Tampilkan postingan dengan label Cerita Sedarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sedarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Adik iparku - 1

Sebelum kisah nyata ini saya ceritakan, sedikit saya ceritakan tentang diri saya dahulu. nama saya indra, saya berasal dari sebuah keluarga yang taat beribadah.

saya mempunyai tiga orang adik. adik saya yang pertama sekarang sedang berlayar, yang kedua baru saja masuk kuliah, dan yang ketiga baru saja menginjak kelas 2 smp. saat ini saya sudah berkeluarga dan sudah memiliki satu orang anak perempuan.

kejadian ini dimulai pada saat saya masih pacaran dengan istri saya. nama eka pada saat saya berkenalan dengan adik istri saya tersebut. dibandingkan dengan kakaknya yaitu istri saya.

dia tingginya kurang 5 cm dari saya yaitu 165cm, sedangkan saya 170cm. memiliki ukuran payudara 34b dan perut yang langsing. dia memiliki lesung pipit dan sebuah gingsul yang semakin membuatnya bertambah manis.

selama saya pacaran dengan istri saya, kami hanya melakukan pacaran yang sehat saja, tidak ada punya pikiran untuk melakukan hal-hal yang yang negatif, ibaratnya hanya melakukan hal-hal yang tidak dilarang oleh agama, sehingga waktu saya berkenalan adik istri saya itu tidak ada pikiran mesum.

sampai pada akhirnya saya dan istri saya menikah, pada waktu itu semua keluarga saya datang dan menghadiri pesta pernikahan saya.
saya kaget sekali pada waktu itu, saya melihat dia mengenakan gaun kebaya yang bawahnya 10cm diatas lutut dan atasannya berupa kemben dengan belahan dada yamg lumayan besar untuk menampung payudaranya yang besar itu pun masih terlihat jelas belahan payudaranya.

masih saya tidak ada pikiran buruk terhadapnya waktu itu. setelah acara resepsi pernikahan saya waktu itu, kami pun pulang kerumah orang tua istri saya.

malamnya saya dan istri pun kemudian melakukan apa yang sudah seharusnya sepasang pengantin lakukan. betul sekali, kami melakukan hubungan badan yang sangat panas.

"say, aku masukin sekarang ya"..tanya ku.."iya bebz, masukin lah, perawani aku malam ini" jawab istriku..beberapa kali saya mencoba untuk memasukkannya namun selalu gagal..

"masih keset kontol kamu bebz, sini aku basahin dulu",,kata istriku yang kemudian dia menghisap kontolku dengan buasnya, saya pun tidak tinggal diam, dan kemudian saya pun meraba memeknya dan saya rasakan sudah lembab sekali dan juga basah,,

"dah basahhhh banget memek kamu bebz,,dah sange banget yah?..tanyaku.."iya lah.. ssllluuurrrppp...ssllluuurrrpp p..ssllluuurrrppp..

"celotehnya sambil menghisap kontolku.."hhmmm..enak banget bebzz,,kamu bener-bener jago nyepong..ooouuuhhhhh...hhmmmm. .."..desahku..

"hari hulu haku hengen hanget huat hobain ini hehamu..hhmmm..mmuachh...sslll uuurrrppp..ssllluuurrrppp.." desahnya selagi menyepong kontolku...jariku pun tak tinggal diam untuk membalasnya..

"ooohhhhh...enak banget say,,eehhmmmm...beeeennneeerrr r,,gosok itilku bebz...aahhhh...aakkk...."..de sahnya sambil melepas kontolku dari emutannya yang kemudian diikuti oleh menegangnya badannya..

"EEEHHHMMMMM....OOOH HH...."..desahnya rada keras yang menandakan dia telah prgasme untuk yang pertama kali. "udah keluar ya bebz?enak yah.."..tannyaku..

"iyah..hhh.. .enak banget..yuk bebz cepetan masukin kontol kamu..udah keras banget tuh..pengen ngerasain kaya tadi lagi aku.."..katanya..

dengan satu tusukan lembut, kutusukkan kontolku kedalam memeknya yang sudah basah karena cairan orggasmenya..."aaahhhh....saki tttt,pelanan dikit bebz..oouuhhh...enaknya"..desa hnya kesakitan dan kemudian mendesah keenakan..

"enaknya bebzz,ooohhh yyyeeesshhh..." desahku keenakan..dengan semangat 45 ku tusuk kontolku dengan cepat dan tanpa selama 20 menit. dalam rentang waktu tersebut istriku sudah orgasme sebanyak 3 kali. sampai akhirnya saya pun sudah tidak tahan untuk orgasme. maklumlah karena masih perjaka saya jadi tidak tahan lama.

"aku keluar bebzz.."desahku dan kupercepat lagi gerakan menusukku.."ah ah aha ah ah..iyaaahhhh...aku jjjuugggaaa mauu bebz,,bareng yah bebz" balasnya,," iyyaaahhh..sekarang bebzzz...aahhhhhh..." desahku dan desahnya berbarengan.

"kamu hebat banget yaankk,,mau nambah lagi ya besok bebz.." katanya.."iya lah,aku ga nyangka seenak ini aslinya,kalo dari dulu seenak ini aq mah mendingan dari dulu deh ngewe sama kamu..hehe" kataku.."huuu enaknya" sambilnya memeletkan lidahnya.

kami pun tertidur, namun sebelum saya menutup mata, kulihat ada sebuah bayangan kaki mengendap menjauhi pintu kamarku."siapa ya yang ngintip,jangan-jangan si eka lagi,waduh biarin aja deh laagian dia ga bakal liat-liat dengan jelas" pikirku. setelah malam itu saya dan istri pun menjalani hari-hari seperti biasa.

waktu itu saya tidak honey moon karena pekerjaan kami berdua yang padat. sampai pada akhirnya istriku hamil dan tidak terasa sudah memasuki bulan ke delapan. pada waktu itu saya sedang sange-sangenya dan tidak dapat melakukannya dengan istri karena akut akan menggangu jabang bayi kami, sehingga saya putuskan untuk mengocok kontol sendiri, ya swalayan lah istilahnya.

pada waktu itu saya swalayan dikamar mandi sambil menonton film bokep di hp saya, dan tidak saya sadari ada yang mngintip pekerjaan saya itu, setelah saya keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang sudah lega karena peju saya sudah keluar, saya kemudian bersih- bersih dan keluar kamar mandi, namun saya kaget sekali karena ada celana dalam wanita didepan pintu kamar mandi, saya penasaran dan kemudian memungutnya.

setelah saya lihat dengan seksama, kemudian saya berkesimpulan kalau yang mengintip saya tadi adalah adiknya yang perempuan yaitu eka. "anjrit diintipin sama si eka, kecil-kecil bader juga niyh,," begitulah yang ada dipikiran saya.

setelah kejadian tersebut saya bersikap biasa saja seolah tidak ada yang terjadi dan kemudian saya menonton tv. tiba-tiba saja dia keluar kamar hanya dengan melilitkan handuk dibadannya.

"wow, anjrit ni anak seksi banget,sange lagi gw jadinya"..kataku dalam hati.."mandi ka"..kataku membuka pembicaraan..

"hu uh" katanya sambil memandangku dengan mukanya yan merona merah. kemudian setelah dia masuk kamar mandi selama 10 menit, tiba-tiba saya jadi penasaran dengannya,,"apa yang dia lakuin ya masa 10 mnt ga ada suara air,,bertapa kali ni anak" pikirku dalam hati.

dengan langkah yang dag dig dug kemudian saya memberanikan diri untuk mengintip nya,,"woooohhhh..seksi banget",,putingnya yang berwarna pink dan memeknya keliatan yang juga berwarna pink,terlihat dengan jelas dengan mata kepala ku sendiri. yang tidak kalah membuat ku tak percaya adalah dia sedang bermasturbasi sambil menyebut nama saya.
"kak,enak bangeeettt titit kakak,,ooohhhh...yeeesss...gos ok lebih kenceng kak...hhhmmm..yyeesss..aakhhuu u mau sampe niiiihhh...oh yeah...aq keluaaaarrr kaaaakkkkk..." begitulah desahannya yang saya dengar.. sungguh membuat nafsu saya menjadi tinggi..

tiba-tiba istriku memanggil namaku,dan saya pun menyudahi acara mengintip tadi..didalam kamar, saya selalu terbayang betapa mulusnya badannya, betapa kenceng dan sekelnya payudaranya, betapa sempitnya memeknya..dan kontolku pun langsung berdiri dengan gagahnya.

"waduh gawat niy kalo sampe istriku bangun"begitulah kekhawatiran aku kalau istriku bangun.

Bersambung . . . .




Adik iparku - 2

semenjak kejadian tersebut, pikiran ku selalu saja dipenuhi pikiran-pikiran kotor mengenai bagaimana saya dapat menyetubuhinya tanpa ada paksaan.

sampai suatu ketika, waktu itu hari minggu. saya baru pulang dari kantor karena ada lembur di hari sabtu sehingga saya harus menginap dikantor untuk menyelesaikan tugas saya.

pas sampai dirumah, saya melihat rumah sepi sekali "loh pada kemana niy orang pada" pikirku dalam hati. eh ternyata ada adik iparku baru keluar dari kamar sehabis bangun tidur.

"eh udah pulang kak" tanyanya, "iya niyh ada lembur kemarin, jadi ya harus diselesein dulu baru deh pulang, soalnya mau dipake buat meeting sm klien hari senin besok,,ngmng-ngomong pada kemana ka yang lain?pada pergi ya?" balasku..

"iya kak,pada pergi ke tangerang tadi pagi, sama itutuh, ka nita nitip pesen supaya kalo mau makan mesen KFC aja buat kakak n eka"..balasnya sambil memeletkan lidahnya yang membuatnya menjadi semakin cantik dan imut saja..

saya pun kemudian mengambil handuk dan kemudian bergegas mandi. pikiran ku tidak ada pikiran kotor waktu mandi, ya iyalah secara cape banget baru pulang dari kemarin. nah pada waktu saya mandi saya kembali melihat ada bayangan kaki yang sudah pasti sedang mengintip saya mandi.

"pasti si eka niyh,nah gini aja caranya..."pikirku. secara tiba-tiba saya kemudian membuka pintu kamar mandi dan kemudian memergoki dia sambil melongo melihat saya.

"maaf kkak, aku..aku..".."ah banyak omong kamu ka, udah mulai bandel kamu yah," ucapku seraya mengambil handuk untuk menutupi bagian kemaluan ku dan menyeretnya keruang tamu..

"sini kamu, anak kaya kamu mesti diajarin sopan santun supaya ga lancang sama yang lebih tua.." bentakku dengan lantang yang membuat dia sedikit meneteskan air mata..dengan gelap mata kemudian saya menamparnya sehingga dia langsung jatuh terjerembab..

"mau ngintip lagi hah,,plak..plak",,sambil membentaknya dan menamparnya bolak-blik..

"aduuhhh...ampun kak, udah sakit aku,,ampun kak,,huhuhuhuhuh,,,"desahnya sambil mengelus pipinya yang memerah karena tamparanku..

"..langsung aku tersadar kalau saya sudah menyakitinya dan kemudian menarik tangannya,,

"maafin kakak ya de..saya khilaf tadi,,sungguh kaka khilaf tadi.." ucapku seraya mengelus dan memeluknya..".."aku juga salah kak, selama ini uuddah mengintip kakak"ucapnya sambil tersedu-sedu..

"iya-iya gpp,,kakak maafin kok,,kakak juga minta maaf ya de, udah kasar sama kamu tadi" balasku sambil memeluk dan mengelus rambutnya, harum sekali rambutnya sehingga membangkitkan gairah ku..

"sebenarnya kkenapa siyh kamu sampe berani ngintipin kakak?pasti abis nonton film porno ya trus kamu penasaran kan?"..tanyaku dikuti anggukannya..tiba2 tanpa persetujuannya saya lepaskan pelukan ku dan kemudian berdiri seraya menurunkan celana pendekku sehingga kontolku yang setengah ereksi pun bergelayut dan pandangan matanya tidak mau lepas dari kontolku..

"kenapa,kaget ya?baru liat yang asli kaya begini ya?"..kataku sambil memegang kontolku dan kemudian mendekatkan kepadanya..eka hanya diam dan melotot sambil diam tak bergerak.."heh,ditanyain kok malah diem aja siyh..

"bentakku sedikit keras sehingga menyadarkannya dari lamunannya.."ehh..iiyaa kak,"jawabnya singkat.."nah sekarang kamu pegang kontol kakak dibatangnya cepet!!"...bentakku.."ehh ennggaakk kak, aq ga mau, aq cuma mau lihat aja kkok,,"jawabnya emetar...

"yehh ni anak malah ngeyel.."jawabku kasar karena perintahu tidak diturutinya dan lagi pula nafsuku suddah tegangan tinggi..dengan kasar saya menarik tangannya kemudian meletakkanya di atas kontol ku yang sudah tegang.

cuma informasi panjang kontol saya hanya 18cm dan diameternya 5 cm..menurutku sudah lumayan besar untuk ukuran orang asia..

setelah menarik tangannya yang halus kemudian saya kocok kontol saya dengan tangannya, matanya lagi-lagi tidak berkedip.."oohh..hhmmm..enak banget tanganmu ka, halus banget,,"..

namun tidak didengarnya karena terpana dengan kerasnya kontolku..dengan reflek saya kemudian memegang toketnya, karena dia menggunakan tanktop yang belahan dadanya rendah sehingga memudahkan saya menelusupkan tangan saya kedalam behanya..

"aww..kkkkaaakkkk janggghhaannn..akkuu ggaaakk mauuhhh,,,"desahnya menahan nikmat karena saya menangkup toketnya yang lumayan seksi ddengan agak keras dan kemudian memilin putingnya..

"oouuuhhh..kak..kki itaaaahhh ggaakk bol..eehhhhh..ahh.."..desahnya menahan nikmat karena keenakan..tangannya yang semula menahan tanganku kini sudah mulai memegang dan mengock kontolku lagi.."enak gag ka?"..bisikku dikupingnya..

"hhhmmm..iiaaahh. ..tarrriiikkk ka pentilllnyyyaaaahhh....yang kerasshhh..."desahnya seksi sambil bersemangat mengocok kontolku..dan saya pun menarik pentilnya dengan keras seperti hendak mencabut."ooooowwwhhhhh......" diiringi desahannya dan keluarnya cairan dari memeknya.

"woohh,banyak banget de keluarnya,,padahal cuma kakak gosok2 doank..hehe" ucapku sambil masih memegang memeknya dari luar kemudian saya masukkan jari saya yang berlumuran cairan memeknya kedalam mulutnya.

seperti orang yang kehausan dia lalu menghisapnya seperti tidak mau ada yang terbuang.

setelah pemanasan selama 15 menit tersebut saya sudahi dengan mengangkatnya keatas tempat tidur. "nah sekarang giliran kakak ya yang kamu bikin keluar"kataku seraya menyodorkan kontolku yang masih keras.

"gila banget ni kontol, ga lemes-lemes, bisa mati rasa ni tangan kalo harus ngocokin lagi, ini ja mmsh pegel abis ngocokin."pikir eka dalam hati..pada saat dia mau memegang kontolku saya kemudian menepis tangannya dan kemudian memegang kepalanya.

merasa kaget dan tidak mengerti dia kemudian sedikit memundurkan kepalanya sambil menepis tangan ku."ga mau ah kak, aq takut kak,"suaranya rada sedikit ketakutan...

"takut apa?saya cuma mau kamu nyepong kontolku saja, itu doank kok.."kataku yang kemudian ku tarik rambutnya dan memaksakan kepala kontolku kemulutnya, namun eka terus menutup mulutnya. saya pun tak kehilangan akal.

saya terus mencekek lehernya sehingga dia kehabisan nafas dan membuka mulutnya.."nih isep kontol kakak,hhmmm...ennaaakkk...yes uhhuy.."..seru ku kegirangan.

saya terus saja memaksanya menyepong kontolku sampai dia pasrah,,"oh begini rasanya kontolitu, agak sedikit asin,," pikirnya dalam hati sambil mencoba untuk menikmatinya..

setelah skitar 10 menit saya memakai gaya biasa yaitu dia jongkok dan saya berdiri, saya angkat tubuhnya dan saya telentangkan dia dan kepalanya saya dongakkan kebawah,,kemudian saya kembali menyetubuhi mulutnya.

nikamt sekali saya rasakan, lama kelamaan saya coba masukkan hampir setengah batang kontol saya,,diapun tersedak beberapa kali.

sambil terus menggenjot mulutnya saya juga meremas kencang toketnya yang membusung itu, kadang saya tarik putingnya sampai dia mengerang sambil menggeliat, dan juga saya gosok terus itilnya sehingga dia pun merasa sedikit keenakan. belum puas menyetubuhi mulutnya saya pun makin merojokkan kontol saya makin kedalam sehingga membuatnya kembali tersedak..

"uhuk..hooekk..uhuk. ."..seperti itulah suara seksinya saya dengar, saya pun penasaran apakah dia mampu menelan semua kontol saya. akhirnya saya coba paksakan lagi.sambil berbisik dikupingnya saya pun menanyak kepadanya..."

kakak masukin semua ya kontol kakak,,penasaran mau tau muat ga yah masuk semua,ke bibir seksi kamu"..eka pun menggelinjang pertanda menolak, saya pun langsung meremas toketnya kencang sekali sehingga toketnya memerah di pusatnya karena aliran darahnya yang tidak jalan di toketnya..

pentilnya pun mencuat seakan mau keluar."aaaahhhhhhh...haaakkki iitttt...uummhhh..." desahnya seksi..pada saat dia berteriak sayapun langsung menekan semua masuk kontol saya sehingga jidatnya bertemu dengan biji peler saya,..

Bersambung . .  . .




Adik iparku - 3

"UUUUMMMM...."..suara dari kerongkongannya , sangat seksi sekli menurut saya karena saat itu batang kontol saya masuk semua ke dalam mulutnya.."oooohhhhhh,,,enak bangggeeettt...."desahku...

per lahan air matapun keluar dari mulutnya,,seksi sekali,,melihat wanita seksi dan imut.saya pun menarik kontol saya dari mulutnya dengan perlhan.."UHUK..UHUK...HHOOOEE EKKKK....hakit kak,,HOEEKKKK..aku mohon kak jangan,,

UHUK..UHUK..."..mohon nya dengan mata yang merah karena menagis..namun apakah saya akan menghentikannya,,tidak, saya pun melakukannya lagi dan sekarang lebih sadis lagi dari sebelumnya..saya menusukkan kontolku lagi kedalam mulutnya. berbeda dengan tadi, saya sekarang membenamkan semua kontol saya sampai dia memberontak dan sampai mukanya pucat kehabisan nafas,

"ooohhh yyyeeeaaahhh,,enak banget eka sayang,,,nih makan kontol kakak,,"desahku..saya pun langsung tanpa serta merta dan tanpa persetujuannya memasukkan semuanya kembali..kali ini, namun lebih lama dari sebelumnya..sehingga dia merasa mau mati kehabisan nafas,,selama 5 menit saya melakukannya berulang-ulang,,

"kakak mau keluar nih sayang,,aku keluarin dimulut kamu yah sayang,," tanyaku..dia pun menggeleng tandatak mau..padawaktu saya orgasme yang pertama "OOOOOOHHHHH...YYYYEEEESSSSSSS ...TEELLEEENNN EKAAAAAAAA...AHHHHAAAA...."...

saya memasukkan semua kontol saya dan remas dengansekuat tenaga toketnya yang membusung tersebut...eka pun menggelepar seakan mau dipotong lehernya dan sudah pasti dia tidak bisa bernafas karena saya masukkan semua kontol saya kedalam tenggorokannya, selain itu juga saya isi dengan peju saya..

setelah tenaga nya mau habis dan aksi berontaknya melemah saya mengeluarkan kontol saya,,pada saat itulah sedikit peju saya keluar dari mulutnya..”uhuk uhuk uhuik...udah kak..uhukk..ampun..”katanya..

namun saya belum puas untuk menyetubuhi dirinya..”kontol kakak belum loyo ka,,kakak masih mau” kataku dikupingnya sembari meremas dan memencet putingnya..

”kamu masih perawan ga saying?” tanyaku dikupingnya..diakuinya dengan sebuah anggukan memelas tanda tak mau diperawani..namun saya tak mau untuk tidak menyelesaikan hajatku..dengan sabar saya merangsangnya kembali. Mula-mula saya jilati kedua putingnya dengan lembut sehingga kembali mengeras,

”sslllrrrppp... sslllrrrppp... sslllrrrppp... sslllrrrppp...enaknya putting kamu ka, pacarmu bodoh sekali tidak pernah merasakan putingmu dan toketmu yang seksi sekali ini.”celotehku. sekitar setelah 5 menit saya rangsang dia melalui toketnya kemudian ciuman saya turun ke perutnya kemudian ke memeknya..

”hhmmm ini dia yang aku ingini sejak dulu..”pikirku dalam hati..” sslllrrrppp... sslllrrrppp...hhmmm... sslllrrrppp..”enak banget ni memek..pikirku dalam hati.

Setelah kurasa dia sudah siap, saya pun mensejajarkan kontol saya sehingga lurus didepan memeknya..kurasakan sudah sangat basah dikarenakan cairan yang keluar dari memeknya dan airliurku. Berkali-kali aku gagal memasukkannya kedalamnya namun saya tetap semangat untuk mencobanya terus.

”dasar memek perawan..bikin penasaran aja niyh..” pikirku..dengan satu sentakan kuat, akhirnya saya pun berhasil memasukkan hampir setengah kontol saya kedalam memeknya..

”ADUUUUHHHHH....SAKKKIIITTTTTKA KKKKK...GA KUAT AKU KAKKKK,,, LEPAS LEPAAAAAAASSSSSS....”teriaknya kencang, takut kalau kedengeran keluar segera saja aku tutup bibirnya dengan bibirku,, mungkin dikarenakan sakitnya akibat ditembusnya memeknya oleh kontolku sehingga dia berteriak sekuat itu.

Dan juga dia meronta sekuat tenaga untuk melepaskannya dari kontolku, namun apalah arti tenaga sekorang perempuan muda untuk melawan keberingasan kakak iparnya sehingga akhirnya tenaganya melemah.

Dengan pelan saya kemudian menariknya kemudian memasukkannya lagi, lebih dalam dari sebelumnya sehingga pada akhirnya kontol saya bisa masuk semua ke dalam memeknya..

”ooouuuuhhhh….iyaaahhhh…ennaaakkk…terusshhh kakkkk…tadi sakit banget sekarang enak bangggeeetttt…ooouuhhh iyaaahhhh….”erangnya pelan dikupingku. Hal tersebut membuat ku merasa bangga karena sudah mendapatkan perawannya dan juga membuat nya mendesah keenakan.

”jangaannn brentiiii kak,,enak banggeeetttt mememekkkkkkku kaaa...AH..IYAAAHHHH..”desahnya dan diiringi dengan teriakkannya yang tidak terlalu kencang,mungkin tepatnya teriakan keenakan, berbeda waktu pertama saya memasukkannya.

“udahan ya kak ngewenya,,takut nanti ada yang datang,”ucapku ditelinganya,,”ggaaaakkk mauuhhh…enak banget kaaakkkk..aku bntttt lagi mauuu keluar…ah iyah kak..goyang yang cepet kak..hajar terus memekku ini kak..

memek iiiinnnniiii punya kakakakkkkkkk….OHOHOHOH…aku keluaarrrrrrrrrrrrrr…..AHHHHHHHHHHHHHH…..HHHMMMM….”orgasmenya diiringi dengan menyemburnya cairan kewanitaan disekujur batag kontolku..”

katanya ga mau di entot sama kakak?sekarang malah kesenengan..yang bener yang mana nih sayang?”tanyaku di telinganya..”entot terus kak,,aku suka banget, ternyata ngewe itu enak banget kak..aku mau lagi..”..balasnya..”

ok siap2 ya sayang,,kakak bakal ngancurin memek kamu sampe kamu jalannya ngegang…”..balasku diikuti dengan anggukan setujunya..kemudian tanpa melepas batang kontolku di memeknya, aku membalikkan tubuhnya sehingga dia menungging dengan bertumpu pada sikunya..

“siap ya sayang..kakak masukkin niyh kontol kakak..”..ucapku.dengan penuh tenaga kemudian kumasukkan semua batang kontolku kedalam memeknya.

nikmatnya lebih meresap kesemua sumsum sarafku begitu saya memasukkannya..secara perlahan ku genjot memeknya dimulai dengan genjotan pelan kemudian menjadi cepat..”kakak anjiiiinnnnggggg….ennnaaakkkk bangeeettt kakak….

akkkkuuuuu.. akkkkuuuuu..mau kkkooonn…ttttoooollll kkaakkk…aku mau kontooolllll….AH AH AH AH AH OH OH OH OH ….lebih cepet kak..ancurin niyh mememek aku kak…sukkkaaaa banget aku di entot sama LO kak..”..ucapnya binal..

seperti diberi semangat aku pun menggenjotnya dengan kecepatan penuh,,tak sampai 5 menit dia pun orgasme,,cairannya kembali keluar melalui sela-sela kontolku…

”AKU KELUAR LAGI KAKKKKK…AHHHHHH…..”..teriaknya..kemudian saya berhenti sebentar karena lelah menggenjotnya dengan tanpa putus..

“masih kuat kamu sayang?”..tanyaku kepadanya..”udah kak..amphhhuunnn...udah ga kuat lagiii akuuu...ooohhh...”..balasnya..”

ok..sekarang kamu minum lagi peju kakak yah sayang, biar kamu sehat,,”..dengan serta merta saya kembali meletakkan kepalanya diujung ranjang dan kemudian saya kocokkan kontol saya kedalam mulutnya..

dia menurut saja dan membuka mulutnya yang mungil..tanpa buang-buang waktu lagi saya memasukkannya dan menggenjotnya dengan cepat seperti menggenjot memeknya..dia pun sepertinya tampak kewalahan sekali menghadapi saya..

suara kontol masuk kedalam kerongkongannya begitu seksi..apa lagi waktu saya memasukkan semua kedalam mulutnya dan tidak memberinya nafas..uuuhhhh…nikmat sekali..setelah 5 menit saya melakukannya sya pun mulai merasakan tanda-tanda sudah akan orgasme..dan dengan satu hentakan keras saya mendeepthroatnya,,

terlihat kerongkongannya membesar menandakan kontol saya masuk..”aahhh..ah…minum ya sayaannnngggg….AHHHHHHHHHHHH…..”..erangku saat orgasme.

tubuhnya memberontak dikarenakan tidak bisa bernafas, karena saya cukup lama memasukkan kontol saya…

”UHUK.. UHUK.. UHUK.. UHUK…HHOOOeeeeekkkkkKKK….”..muntahnya cukup banyak karena dia belum terbiasa di deepthroat..setelah reda dia berbicara..

”kakak mau ngebunuh aku ya?aku ga bisa nafas tadi kak..serasa mau mati aja..”..”iya maaf ya de,,habisnya enak banget siyh mulut kamu sama kaya memek kamu..”..balasku.. Setelah itu sya tinggalkan dirinya dikamarku..

Apakah hal tersebut hanya sekali saya lakukan kepadanya?tunggu kisah saya selanjutnya dengan adik ipar saya tersebut dan kedua sepupunya yang tidak kalah cantik..c yaa guys..semoga berkenan..

Tamat




Kamis, 30 Januari 2014

Abang ipar - 1

Renita 28 th memiliki postur tubuh yang aduhai, tinggi 160 kulitnya yang putih memiliki payudara cukup besar dan kencang, pinggang yang ramping tanpa ada lemak sedikitpun diperutnya dan yang paling ia banggakan adalah pinggulnya yang sexy dengan bongkahan pantatnya yang bulat menonjol membuat pria manapun menahan napas.

Rudi 32 th suami Renita berkerja sebagai salah satu direktur disebuah perusahaan besar. Perkawinan mereka baru berumur 2 tahun dan belum dikaruniai anak.

Keadaan rumah tangga mereka biasa biasa saja, hanya baru baru ini Rudi selalu sibuk dengan pekerjaannya kadang pulang larut malam bahkan kadang dikirim perusahaannya keluar negeri sampai berminggu minggu.

Renita mulai merasakan kesepian, pernah satu kali ia ingin ikut suaminya keluar negeri tetapi suaminya tidak mengijinkan.

Renita protes karena tidak punya kawan berbicara, akhirnya Rudi mengusulkan untuk ditemani kakaknya Robert 34 th yang kebetulan dipindahkan oleh perusahaannya kekota mereka tinggal. Robert baru saja cerai dengan istrinya karena ada ketidak cocokkan diantara mereka.

Robert mempunyai wajah yang cukup tampan dengan tubuh atletis memiliki sifat easy going mudah bergaul dan mempunyai sifat womenizer.

Singkat cerita Robert akan tinggal dirumah mereka sebagai orang ketiga yang akan merubah kehidupan Renita selanjutnya.

Dihari pertama Robert tinggal dirumah mereka, Robert langsung terpesona akan kecantikan adik iparnya atau lebih tegas lagi ia tergiur oleh kemolekan tubuh adik iparnya yang aduhai itu.

Hanya karena ia baru saja bertemu dengan adiknya setelah sekian lama tidak bertemu maka ia lebih menyesuaikan dirinya sebagai layaknya seorang kakak.

Rudi tidak menaruh curiga apapun kepada kakaknya bahkan ia meminta kakaknya untuk menemani istrinya jikalau ia keluar kota.

Suatu saat ketika Rudi akan mendapatkan tugas kantornya selama dua bulan, malam sebelumnya mereka saling berdebat, rupanya Renita tetap ingin ikut karena dua bulan bukan waktu yang singkat dan Renita yang mempunyai sifat polos dan blak blakan langsung to the point bahwa sudah tiga minggu ia tidak digauli oleh suaminya sekarang mau ditinggal dua bulan.

Rudi coba menenangkan istrinya dengan mengimingi akan dibawakan oleh oleh dari belanda, Renita tetap kecewa ia hanya ingin kemesraan dari suaminya.

akhirnya dengan terpaksa Rudi menggauli istrinya malam itu tetapi karena pikirannya hanya pada tugasnya saja maka ia dengan tempo singkat ia menggauli istrinya dan Renita pun tidak mendapatkan kepuasan bathin yang ia sangat harapkan dari suaminya.

Pagi hari setelah Rudi berangkat ke airport seperti biasanya Renita menyediakan makan pagi, kali ini hanya untuk kakak iparnya saja dan setelah siap Renita memanggil kakak iparnya untuk sarapan, sebenarnya Robert sudah bangun tetapi ia tahu bahwa adiknya keluar negeri hari ini dan ia mendengar perdebatan mereka tadi malam.

maka pagi ini ia akan mencoba hasratnya untuk menguji adik iparnya. Lalu ia menyiapkan suatu perangkap dengan pura pura ketiduran sambil menaruh beberapa majalah porno diserakan dilantai. Benar saja tiba tiba pintunya yang tidak tertutup rapat diketuk oleh Renita

"..Mas Robert sarapan mas.." Renita memanggil kakak iparnya sembari mendorong pintunya untuk melongok kedalam kamar, ternyata kakak iparnya masih tidur dengan memakai selimut menutupi tubuhnya, "Mas bangun sarapan.."

Ia melihat Robert begitu nyenyak tidurnya akhirnya berniat untuk membangunkannya sendiri lalu masuk kekamar, ia melihat kelantai banyak sekali majalah yang telah terbuka berserakan.

maka sebelum membangunkan kakak iparnya Renita bermaksud membereskan dahulu majalah majalah tersebut tetapi alangkah terkejutnya ketika ia mendapati gambar gambar yang ada didalam majalah tersebut. Tangan Renita bergemetaran hatinya berdegup keras melihat pose pose persetubuhan yang sangat closed up, dengan cepat ia melirik kuatir kakak iparnya tiba tiba bangun.

hatinya ragu ragu sebenarnya ia ingin cepat cepat membereskan majalah ini ke raknya tetapi entah mengapa ada suatu hasrat ingin melihat gambar gambar itu lebih jauh, "..Ah.. satu dua halaman sudah itu cepet cepet ditaruh lagi..

" pikiran Renita yang bercabang, lalu pelan pelan ia buka halaman demi halaman, makin dilihat makin melotot matanya, ia melihat satu wanita sedang disetetubuhi dua kali laki.

jantungnya makin berdegup keras selangkangannya terasa gatal vaginanya terasa berdenyut denyut putingnya mengeras birahinya dengan cepat meluap kepermukaan apalagi tadi malam hasrat birahinya tidak tertuntaskan oleh suaminya, kembali ia melirik ketempat tidur

"..Ah mas Robert masih tidur.." lalu pelan pelan ia dudukdilantai sambil menarik dasternya keatas terlihat celana dalamnya yang menerawang tipis kemudian ia masukan tangannya kedalam cd nya, rupanya Renita ingin menuntaskan birahinya dengan masturbasi sambil menghayalkan gambar gambar tersebut, mulailah Renita menggosok gosok clitorisnya sambil memelototi beberapa pose pose gambar yang merangsang birahinya.

Renita begitu terokupasi dengan masturbasinya sampai napasnya tersengal tersengal tiba tiba terdengar deritan tempat tidur, membuat Renita kaget bukan kepalang jantungnya terasa berhenti ketika ia menengok ke tempat tidur Robert masih pura pura tidur tetapi sudah berubah posisi dengan menghadap kedirinya dan yang sangat mengejutkan Renita.

Robert sudah tidak berselimut lagi dan hanya memakai celana dalam, rupanya Robert dari tadi memperhatikan Renita sehingga kemaluannyapun berdiri, dan yang dilihat oleh Renita adalah pemandangan yang membuat birahinya semakin tidak menentu.

tubuh kakak iparnya yang kekar dadanya yang bidang hanya dibalut sepotong cd dimana terlihat jelas batang kemaluannya tercetak dicelana dalamnya.

Tubuh Renita terasa kaku dan berat sekali untuk digerakkan tetapi akhirnya agak lega ketika kakak iparnya terdengar mendengkur tanda masih nyenyak tidur.

"..Ohh..Renita kau sungguh cantik.." mulailah Robert pura pura ngelindur. Renita kaget mendengarnya sejenak ia berhenti melakukan aktifitasnya. ".. Ohh..seandainya kau istriku akan kupeluk mesra dirimu akan kuciumi seluruh tubuhmu yang begitu sexy..

" Renita benar benar bingung mengapa tiba tibak kakak iparnya melindurkan dirinya tetapi hatinya begitu senang ada seseorang yang menyanjung dirinya walaupun yang menyanjung itu kakak iparnya sendiri. |Tanpa disadari Renita menggunggam sendiri,

".. Ohh mas Robert seandainya kau suamiku akan kupeluk tubuhmu yang perkasa ini.." Walaupun suara Renita terdengar lirih tetapi Robert masih dapat mendengarnya, Robert makin berani melakukan aksinya.

Bersambung . . . .




Abang ipar - 2

"..Ohh..Renita sudah lama aku tidak bergaul dengan wanita seandainya kau bersedia, ingin rasanya aku menyetubuhimu akan kumasukan punyaku ini kevaginamu akan kuberikan kepuasan yang kau dambakan.." Renita terhenyak darahnya terasa mendidih..

mengapa kakak iparnya tahu bahwa ia mendambakan kehangatan seorang laki laki, napsu birahinya semakin menjadi jadi. Vaginanya berdenyut denyut jarinya semakin dalam merogoh lobang kenikmatannya membayangkan ucapan kakak iparnya tersebut.

Tiba tiba Robert berbalik lagi kali ini ia mencelentangkan tubuhnya sambil menceloteh memanggil nama |Renita dengan gerakan seperti tidak disengaja ia mengusap usap batang kemaluannya lalu dengan perlahan Robert mencopot cd nya hingga batang kemaluannya mengacung dengan tegar.

Renita membelalakkan matanya jantungnya terasa berhenti darahnya berdesir berputar cepat sekali. Tadi malam ia merasakan batang kemaluan suaminya tidak setegar dan sebesar apa yang dilihat sekarang. "..Ohh Renita lihat batang penisku sudah siap untuk memuasi birahimu, oh seandainya kau diatasku akan kugesek gesekan penisku kevaginamu yang sudah merekah basah itu..

" kembali Robert menyeloteh memancing reaksi Renita, benar saja Renita seperti tersihir tanpa melepaskan pandangannya ke batang kemaluan kakak iparnya ia copot cdnya bahkan sekaligus melepaskan dasternya sehingga Renitapun telanjang tanpa sehelai kain.

Dengan tubuh bugil putih mulus sungguh sangat sexy Renita menaiki tempat tidur sambil mengangkat pantatnya yang sexy buah dadanya yang membusung ikut bergoyang.

lalu dengan perlahan ia membuka kedua pahanya sehingga kelihatan vaginanya yang juga membusung, bibirnya terbelah merekah kemerah-merahan diantara bulu bulu kemaluannya yang halus dan sudah kelihatan basah berair.

Clitorisnya berwarna merah muda sebesar biji kacang terlihat mencuat keatas diujung bibir vaginanya.

Renita mulai mengambil posisi berjongkok tepat diantara batang kemaluan Robert yang sudah berdiri tegang.

Pikiran Renita sudah begitu kacau napsu birahinya tidak dapat dikuasainya lagi, kata kata kakak iparnya merupakan ajakan yang sangat menggoda kebutuhan sexnya.

Renita melihat tubuh kakak iparnya yang sangat perkasa kepala penisnya sudah begitu dekat dengan vaginanya tapi entah mengapa Renita menunggu celotehan kakak iparnya lagi seolah olah menunggu komando untuk pembenaran tindakannya.

"..Ohh..Renita masukin penisku ke vaginamu sayang.." Robert

memincingkan sebelah matanya tak percaya apa yang dilihatnya, tubuh adik iparnya yang begitu sempurna tanpa sehelai benangpun lalu ia meneruskan celotehannya

"..Ohh akhirnya kau datang dalam mimpiku Ren..pahamu sungguh mulus.." Robert menaruh kedua tangannya di paha Renita sambil mengelusnya. Renita bergetar hebat sentuhan tangan kakak iparnya menyadarkan seluruh hayalannya.

Akhirnya Renita sadar bahwa ia betul betul membutuhkan kehangatan seorang pria dan pria itu berada tepat dihadapannya lalu tanpa sungkan lagi ia membangunkan kakak iparnya "..Mas Robert.. mas ini Renita bangun mas.."

Lalu Robert membuka matanya dengan mimik pura pura terkejut "..Ren saya pikir saya sedang mimpi.." Renitapun tersenyum nakal "..Mas Robert naksir Renita ya..Renita denger semua yang mas ocehkan tadi lalu Renita turuti apa yang mas perintahkan.."

Robert membalas senyumannya ".. Tapi belum masuk tuh penisku.." Renita yang sudah begitu menggebu gebu akhirnya kembali konsentrasi melanjutkan aksinya.

Tetapi Renita tidak langsung memasukkan batang kemaluan kakak iparnya itu kedalam lobang vaginanya yang sudah merekah pasrah untuk menyambut batang penis yang besar itu.

melainkan terlebih dahulu menggesek-gesekkan kepala kemaluannya itu diantara belahan vaginanya sehingga kepala yang besar itu basah dan mengkilap oleh cairan lendir yang keluar dari celah-celah vagina wanita itu.

Renita terbuai dengan mata yang terpejam sambil mendesah-desah menahan gejolak nafsu birahi yang terus membara.
"...sssssssshhhhh...maaaassss...ooooooogggghhhsss. ..!!

Bagaikan diguyur air hangat Renita mendesah panjang tubuhnya terasa dialiri jutaan volt kenikmatan napsu birahinya makin terangsang hebat.

Renita mulai menekan kepala penis yang sudah pas berada di posisi mulut lobang vaginanya.

Tampak kepala penis Robert masih agak sulit masuk kedalam lobang vaginanya yang walaupun sudah basah dan berair itu karena belum pernah kemasukan penis sebesar punya kakak iparnya itu.

"...sssleeebbbb...ssslleeeebbb...sssslleeeebbb...b bbllleeeeesssssss..." pelan pelan batang penisnya mencoba menyusup lobang vagina Renita yang terasa sekali masih sempit walaupun sudah begitu basah.

"...Aaaaaaauuuuuuukkkkkkhhhhhhh...sssssshhhhh...ma aaaasssss...! besaaaar sekaliiii..!!" "..Apanya yang besar Renn..?" Robert memancing reaksi Renita, "...Punyanya maass..!!" "..Apa namanya..?"

Robert memancing lagi, Renita ragu menjawabnya karena belum pernah selama ia bersetubuh dengan suaminya menyebut nyebut kata kata vulgar, "..Apa namanya Renn..?" Robert terus mendesak, "..Kemaluannya maaas.." ".. kontol ..Renn..namanya  kontol ..

" Robert menegaskan "..Apa Renn..?" akhirnya Renita dapat menyebutnya dengan lirih ".. kontol nya mass besaaar sekali.."

Robert tersenyum puas lalu dengan sekali sentakan mendorong pantatnya keatas, tampak Renita agak tersentak dan mendesah lirih ketika batang penis pria itu menyeruak masuk ke lobang vaginanya .


Matanya terbeliak dengan mulut terbuka sambil kedua tangannya mencengkeram sprei dengan kuat-kuat.

Tampak bibir vaginanya yang tebal itu sampai terkuak lebar seperti terkelupas seakan-akan tidak muat untuk menelan besarnya kemaluan kakak iparnya itu.

"...Ooooooouuukkkkkhhhhssss...sssshhhhhh...maassss ...!..pelaann..pelaann..maasss...!"
"...hhhhmmmm...Rennnn memekmu...sempit sekalii...ukkkkhhh...uuuukkkkhhhh..."

Bersambung . . . .




Abang ipar - 3

Renita mulai berirama menaik turunkan pantatnya, batang penis Robert masuk merojok lobang vagina Renita tahap demi tahap hingga akhirnya amblas semuanya. Perlahan lahan Robert ikut bergoyang menarik ulur batang kemaluannya yang besar itu,

Reni mulai merasakan sensasi yang luar biasa yang bukan main nikmatnya , liang vaginanya yang sudah licin terasa penuh sesak oleh penis kakak iparnya yang besar itu, urat urat batang kemaluannya menggesek nikmat sekali dinding vaginanya yang sudah dilumuri getah birahinya. Tanpa Renita sadari ia mulai menyeloteh diluar kontrol.

"...Ohhhhhhhsss...ssshhh...enaaaaaak...seekaliiii. ..punyanya..maaassss..!!...oooougggghhh...terruuuu ssss...maaassss...teeerrruuusss...!"

"..Terus diapain Renn..?" lagi lagi Robert ingin Renita menambah kosakatanya, sekarang Renita sudah lebih berani karena sudah terbuai oleh birahinya yang makin menjadi jadi, "..teruss digoyang  kontol nya maass..!!"

"..Salah Renn namanya  kontol ..bilang entotin memeknya Renita..!"

Robert memaksa lagi dengan kata kata baru, Renita merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya makin vulgar kata kata yang dipaksakan kakak iparnya untuk diucapkannya makin terangsang napsu birahinya yang sudah menggebu gebu itu.

"..Iyyaa..maass entoootin memeknya Renita...!! Entoootiin...pake  kontol  gedenya maaaasss...!!...entoootiiiin yang niiikmaaat..!!"" makin lancar Renita menyeloteh makin beringas Robert menyetubuhi Renita dan Renitapun makin histeris dibuatnya.

Renita sudah lupa diri bahwa yang menyetubuhi dirinya adalah kakak dari suaminya, yang ada dibenak Renita hanyalah letupan birahi yang harus dituntaskan yang ia tunggu tunggu selama tiga minggu dari suaminya tapi Rudi suaminya sama sekali tidak mempedulikannya sedangkan sekarang ia mendapatkan apa yang ia inginkan justru dari Robert kakak iparnya sendiri, birahinya yang ia pendam sekian lama meletup dipelukan kakak iparnya.

Akhirnya yang terjadi mereka dengan buas dan ganas saling berpelukan sambil berciuman .Terdengar suara nafas mereka saling memburu kencang, lidah mereka saling mengait dan saling menyedot, saling bergulingan giliran Renita dibawah.

Robert mengambil inisiatif menggenjot pinggulnya yang tampak naik turun semakin cepat diantara selangkangan Renita yang makin terbuka lebar.

Renitapun mengangkat kedua kakinya sambil ditekuknya, pantatnya ikut diangkat mengharapkan seluruh batang kemaluan kakak iparnya menggesek seluruh syaraf syaraf kenikmatan dirongga vaginanya dan Robertpun semakin mudah menyodokan penisnya yang panjang besar itu keluar masuk sampai menghasilkan suara bedecak-decak seperti suara membecek seiring dengan naik turunnya pantat pria itu.

"...cccllllleeeeebbbbbbb...ccccleeeeebbbbb...cccll eeeeebbbb...cccleeeeebbbbb..."

Robert memperhatikan kearah selangkangan Renita dia melihat vaginanya mencengkeram penisnya erat sekali, ia tersenyum puas bisa menaklukkan vagina adik iparnya ini.

yang sudah basah membanjir penuh dengan cairan putih kental sehingga membasahi bulu-bulu jembutnya yang tebal itu dan juga batang kemaluannya.

Ia yakin adik iparnya benar benar sudah memasrahkan dirinya untuk disetubuhi kapan saja ia mau,

"...oooooouuuuuggghhhhssss...ooouuugggghhhsss...ss sshhhh...maaassss...!..enaaakkk..sekaliii.. kontol m uu...ini..maass..!

...teruuuss..maasss...entoootin..memek Renita yaanggg..ceepaatt...ouchh...nikmaaaat..!"

"..Ouuuchhh..memekmu sempit seekalii...Reenn..! terasaaa menyedoot nyedooot..!nikmatnya bukan maiiiin..!!"

Robert mendengus dengus bagai banteng terluka genjotannya makin ganas saja. Mata Robert terlihat lapar menatap payudara Renita yang putih montok dikelilingi bulatan pink ditengahnya terlihat putingnya yang sudah begitu mengeras.

tanpa menyia nyiakan kesempatan Robert langsung menomplok dan menyedot menyedot puting susu adik iparnya yang begitu menantang, Tubuh Renita yang menyender dinding setengah duduk setengah celentang menggelinjang hebat..!

payudaranya makin dibusungkan bahkan tubuhnya digerakkan kekiri dan kekanan supaya kedua puting buah dadanya yang sudah gatal mendapatkan giliran dari serbuan mulut kakak iparnya ini.


"...oooooouuuuuggghhhhssss...ooouuugggghhhsss...ss sshhhh...maaassss...!..kenyooot teruuusss pentiiiilku..!! ...oooohhh...maaaasss...kkaaaauuu...sunggggguh..pe rkkaaaasssaaaa...!!.. Reeeniii bisssshhaa ketagihaaaaan..

dientooot..sama..maaasss ...!!" pikiran Reni sudah tidak jernih lagi, terombang ambing didalam pusaran kenikmatan, terseret didalam pergumulan sex dengan kakak iparnya, jiwanya serasa seenteng kapas melambung tinggi sekali.


"Ooooohhhh...aaaa..aakkhh..aakhuu..ngghha taaahaaann..maaauu..keluaarrr...maassss...!".. Tubuh Renita mengejang sambil memeluk tubuh Robert erat sekali jiwanya terasa berputar putar merasakan semburan kenikmatan yang dahsyat diklimaksnya yang pertama, "..Teruuus Renn jangan berhenti aku masih pengen  kontol in memekmu yang lamaaa..! Kamu bisa keluar lagii berkali kaliiii...!!" Robert teruss menggenjot tubuh Reni yang hanya pasrah dipelukan kakak iparnya ini.

Lebih dari sejam Robert menyetubuhi Renita tanpa henti, Renita makin lama makin terseret didalam kenikmatan pergumulan sex dengan kakak iparnya yang ia belum pernah rasakan dari suaminya sampai sebegini lamanya dengan segala macam variasi , apalagi waktu Robert memintanya berbalik sambil menungging,

vaginanya terlihat megap megap disumpal batang penisnya yang besar dari belakang , ia merasakan liang vaginanya menyempit karena tertekuk oleh perutnya sehingga ia merasakan setiap inchi denyutan kenikmatan yang dihasilkan oleh batang penis Robert yang merasuk keliang kenikmatannya.

Bersambung . . . .  .




Abang ipar - 4

Renita menambah sensasi sensual ini dengan memutar mutar pantatnya yang putih sexy bahkan ketika Robert menyodok penisnya yang besar itu, Renita menyambutnya dengan mendorong keras pantatnya kebelakang sehingga penis Robert yang besar dan panjang itu masuk kelobang vaginanya dalam sekali, menggelitik seluruh rongga kenikmatannya

"..Oooohh...niiiikmaaat... sekaaalii...maass..!! dientot dari belakang...! urat kontoool maaass.. terasa sekalii menggelitik lobang memeeekku..!!..belum pernah aku rasakan ngentooot beginiii niiikmaaat..!! entoootiiinn.. teruuusss..maaassss...!!!"

Robert sangat puas mendengarnya lalu ia merunduk memeluk tubuh Renita dari belakang tangannya merogoh keselangkangan Renita, jari2 Robert memainkan clitoris Renita dengan memutar mutarnya, sambil menggenjot dengan beringas penisnya yang besar itu,

"..uuuuggghhhsss... aaaaacchhh.. maaaasssss... yeeeesssss...!! niiiiikmaaaat..!! mainin teruuuusss... itiiilku..!! "..entooootin memeeeekku..!!!"

bagai kesurupan Renita mengeluarkan kata kata vulgar sambil mengerang mengerang dengan liar, tubuhnya yang dalam posisi nungging meliuk meliuk tanpa terkendali rupanya clitorisnya merupakan alat kelamin yang paling sensitif buat Renita.

lobang vaginanya yang sudah dihajar begitu rupa oleh penis yang berukuran luar biasa itu ditambah clitorisnya ditekan sambil diputar putar oleh jari Robert, maka sempurnalah puncak kenikmatan yang ia rasakan, tangan Renita mencengkeram sprei erat sekali.

dahinya berkerut mulutnya seperti ingin teriak dan mendesis desis seperti orang kepedesan rupanya Renita sedang dilanda kenikmatan yang amat sangat.

posisi tubuhnya yang sedang menungging makin ditunggingkan pantatnya keatas memasrahkan vaginanya dihabisi oleh keperkasaan penis kakak iparnya dengan mengharapkan kedatangan gelombang kenikmatan berikutnya yang merupakan pengalaman pertama buat Renita untuk mendapatkan multiple orgasm.

Apa yang terlihat sungguh merupakan pemandangan yang sangat erotiiss..! tubuh mulus Renita menungging meliuk liukdengan liarnya kepalanya bergeleng kekiri dan kekanan buah dadanya bergoyang erotis sekali sementara tangan Robert yang kekar memegang erat pinggang Reni yang ramping itu.

pantatnya digenjot cepat sekali batang penisnya yang besar keluar masuk liang vagina begitu dahsyat tanpa ampun, tubuh Reni sampai bergetar hebat terlihat ia mengejut ngejutkan tubuhnya tanda ia sedang mengalami kenikmatan yang maha dahsyat,"..uuuuggghhhsss... aaaaacchhh.. yeeeessssss..maaaasssss... yeeeesssss...!!"

Renita benar benar melayang kelangit yang ketujuh didalam pergumulan sexnya dengan kakak suaminya ini. "...aaaaaaaaaacccchhhh...!!!!...terlaaaaluuu..niii iiikmaaaaaaaaaat...maaaaaassss...!!!..nggggaaa taahaaannn..akkkhuu.. maaauuu... keluaaaar... laaaagiiii...!!!"

Renita makin histeris mendapatkan klimaks keduanya yang lebih panjang dan lebih nikmat dari yang pertama. Renita benar benar lupa daratan rasa ketagihan nikmatnya merasuk jiwanya ingin rasanya melanjutkan persetubuhannya selama lamanya dengan kakak iparnya karena ia bisa memberikan multiple orgasm yang ia tidak pernah dapatkan dari suaminya.


Tapi tubuh Renita sudah tidak bertenaga lagi lalu ia ambruk ditempat tidur sambil berbalik berbaring napasnya tersengal sengal, rupanya Robert belum juga mengalami ejakulasi terpaksa ia ikut membaringkan dirinya disamping Renita, dengan wajah sayu Renita bertanya "..Mas belum keluar ya..?" Robert menggelengkan kepalanya.

"..Jadi Renita masih akan dientot lagi..mas..?" Renita sudah lancar dengan kosakatanya, Robert mengangguk, "..Renita masih bisa orgasme lagi ngga..mas..?"

Lalu Robert setengah berbangun berkata sambil membelai rambut Renita dengan mesra "..Ren kamu masih bisa orgasme 2 X lagi bahkan lebih..ada caranya.." Tiba tiba Renita menarik batang kemaluan Robert yang masih mengeras, matanya berbinar binar

"..Ajarin Renita ya mas..Renita masih pengen dientot  kontol  gede mas Robert seharian kalau Renita bisa keluar lagi..keluar lagi.." "..Renita jarang klimaks kalau ditiduri sama mas Rudi, mas Rudi pengennya cepet cepet aja, abis keluar langsung tidur.."

Robert tersenyum kecut dalam hati ngedumel "..Goblok banget adik gua cewek segini sexy dianggurin.. ya udah jangan salahin gua ya.."

Seharian Robert mengajari Renita bagaimana caranya mengayuh sekoci cinta untuk menggapai beberapa pulau berpuncak gunung kenikmatan dan Renita menjadi murid yang cepat tanggap.

Satu hari penuh Renita mendapatkan pengalaman luar biasa. Robert merangsang napsu birahinya dengan menyetubuhi dirinya berbagai macam posisi.

tidak bisa dihitung sudah berapa kali Renita mengalami orgasme, yang jelas Renita begitu menikmati bahkan mungkin ketagihan disetubuhi batang kemaluan kakak iparnya yang begitu besar dan perkasa.

Setelah kejadian hari itu, setiap ada kesempatan, mereka melakukan permainan sexnya dimana saja, pernah suatu malam Renita setelah berhubungan sex dengan suaminya dan tidak mendapatkan kepuasan yang ia inginkan, setelah suaminya tertidur ia langsung pindah kamar tanpa sepotong pakaian Renita langsung kekamar kakak iparnya minta untuk dipuasi dan seperti biasanya Robert memenuhi keinginannya dengan melumat seluruh tubuhnya tanpa sisa.

vaginanya dilahap dengan buas dan seperti biasanya batang kemaluan Robert yang ia gila gilai menggali tak henti henti liang kenikmatannya.

Renita dibuat melayang layang diawang awang sampai empat kali orgasm dan baru pindah kembali kekamarnya sekitar jam 4 pagi.

Tamat




3 tahun diperkosa - 1

Saat itu aku berusia 16 tahun. Keluargaku tinggal di sebuah daerah di Jawa Tengah. Kami memang bukan orang kaya raya, tapi setidaknya kami hidup berkecukupan. Aku berkeinginan untuk melanjutkan sekolah SMU ku di Jakarta. Pada awalnya orang tuaku menolak, alasannya karena mereka menganggap hidup di Jakarta sangatlah sulit. Namun tekadku sudah bulat. Akhirnya aku berangkat dengan kereta menuju Jakarta. Perjalanan sehari semalam ini memang membuatku pegal walaupun kereta cukup nyaman. Aku sulit memejamkan mata karena terus-menerus membayangkan gemerlapnya Jakarta. Namun niatku bukan untuk bersenang-senang, aku mau belajar, menuntul ilmu setinggi-tingginya.

Akhirnya kereta tiba di stasiun Gambir, kira-kira pukul 11 siang. Ternyata Jakarta sangat terik! Ini memang bukan pertama kalinya aku ke Jakarta. Pernah beberapa kali sebelumnya aku ke kota ini untuk keperluan keluarga dan liburan. Tapi kali ini aku pergi sendiri. Dengan berbekal catatan rute angkutan umum, aku beranikan diri untuk mencari bus kota. Supir taksi dan ojek pun bertubi-tubi menawarkan jasa. Aku mau irit sajalah, lagipula hanya 2 kali naik bus, bisa lahh…

Bus melaju ke selatan Jakarta, tempat dimana tante dan om ku tinggal. Jalanan cukup lancar siang itu, jam 1 aku sudah tiba di rumah mereka. Tante dan om menyambut dengan ramah. Aku langsung diantar ke kamar tamu. Mereka sudah memiliki anak berumur 3 tahun. Rumah ini memang tidak terlalu besar, namun cukup nyaman untukku. Hari itu kuhabiskan waktu untuk bermain-main dengan Dipo, anak tante dan omku.

Hari-hari sekolah sudah dimulai, ini adalah tahun ajaran baru, dan aku duduk di kelas 1 SMU. Suasana belajar disini tidak seperti di kampung. Disini lebih ramai dan alat praktikumnya juga lebih lengkap. Aku sangat bersemangat sekali sekolah. Uang jajan rutin dikirim orang tuaku. Aku mengakali uang jajanku supaya bisa tersisa banyak karena ngga mungkin aku minta uang tambahan pada tante dan om ku. Masa' udah numpang, minta uang pula… Setiap hari aku juga membantu pekerjaan rumah. Hal ini ngga aku kerjakan dengan terpaksa, karena ini juga bentuk terima kasih kepada mereka. Begitulah, setiap harinya kegiatanku, berangkat sekolah pagi-pagi, pulang jam 4 sore, bantu-bantu pekerjaan rumah. Bila ada keperluan diluar, aku usahakan untuk tidak pulang terlalu malam.

Kira-kira sudah 6 bulan aku tinggal disini. Dan mulai hari itu lah banyak kejadian yang menimpa diriku. Tanteku kini mempunyai usaha tempat makan yang buka dari jam 5 sore sampai jam 1 malam. Hampir setiap ku pulang sekolah, aku tidak bertemu tanteku karena dia sudah harus berada di tempat makan tsb jam setengah 5. Jadi aku hanya akan bertemu dengan om ataupun Dipo, itu juga kalau Dipo ngga ikut pergi dengan tanteku. Pernah suatu ketika saat ku pulang sekolah, saat berganti baju di kamar, omku tiba-tiba membuka pintu. Aku kaget dan reflek menutup tubuhku yang hanya memakai bra dan cd. Dan dia langsung bilang maaf dan pergi menutup pintu.

Hari-hari selanjutnya kadang ku memergoki om yang sedang melihat paha ataupun toketku. Bajuku di rumah juga ngga menggoda. Kaos dan celana pendek ataupun daster selutut. Suatu malam, om meminta tolong memijit punggung dan kakinya, katanya terkilir. Awalnya aku agak ragu, namun aku ngga mau dibilang membantah. Posisi om sudah tengkurap di atas karpet. Aku pijit bagian punggungnya walaupun aku sendiri sebenarnya tidak tau bagaimana cara memijit yang benar.

"Aahh, enak banget pijitanmu, Vie.. Coba ditekan lebih kuat lagi dong"

Aku menurut saja.

"Pinggang om juga pegal, Vie, tolong bagian situ lebih lama yah"

Tanganku turun ke bagian pinggannya. Ku pijat dengan 2 tangan dan ditekan lebih keras.

"Enak banget, Vie, Kayaknya pinggang om udah ngga sakit lagi deh, kamu emang pintar.. Sekarang pindah ke betis dan paha om yah! Udah pegel bgt nih."

"Ya om," jawabku.

Pertama-tama ku pijat bagian pergelangan kakinya. Lalu pindah ke betisnya, turun lagi ke bagian pergelangan kakinya, bergitu berulang-ulang. Om memakai celana yang aga pendek setengah paha.

"Udah, Vie, sekarang yg bagian paha yaa"

Lalu kupijat bagian paha, sesuai kata om.

"Mmmmhhh mmmhh"

Berulang-ulang om mengaluarkan suara seperti itu.

"Sakit ya, om?

"Ngga kok, Vie, justru enak banget malah! Coba keatasan dikit, Vi.."

"Disini?"

"Naikan lagi dikit"

"Disini?"

"Iyaaa, enak bgt itu, Vi!"

Aku memijit paha bagian dalam, dekat sekali dengan selangkangannya om.

Sejujurnya jariku sudah mulai pegal, namun om belum minta berhenti, malah sepertinya dia keenakan.

Tiba-tiba dia membalikkan badan, lalu meminta aku memijat pahanya yg bagian depan.

Kulihat sedikit basah di celana om. Tapi aku pura-pura ngga melihat saja.

"Ayo pijat, kok malah bengong?"

"Ehhh ohh iya… Hehehe"

Sambil kupijat pahanya, kulihat om merem melek dan mengeluarkan suara desahan yg pelan.

"Vi, kamu punya pacar?"

"Loh kok nanya ky gitu om?"

"Yaa nanya ajaaa, ngga mungkin kan anak seumuran kamu ngga punya pacar. Tenang aja, om ga akan bilang sapa-sapa."

"Mmmm ya ada sih om."

"Terus kamu pernah ngapain aja sama pacar kamu?"

"Maksud om?

"Ahhh kamu pura-pura ngga ngerti! Apa pernah ciuman, atau apa? Sejauh mana gitu lohh maksut om."

"Ehh mmm yaa biasa aja sih, om, cuma ciuman aja, sama pegang-pegang aja."

"Hahaha om ngerti…"

Malam itu sesi pijitnya selesai sampai disitu. Begitulah hampir setiap malam om memintaku untuk memijitnya. Kalau pulang sekolah, kadang om suka memberi uang saku untukku, tidak dikasi ke tanganku, tapi langsung ditaro di kantong bajuku. Jarinyanya kadang digerakkan dengan sengaja saat didalam saku baju, sehingga mengenai pentilku. Bagiku, uang 100ribu sangatlah banyak.

Suatu hari, aku pulang agak malam. Jam 8 aku tiba di rumah. Hanya ada om sedang menonton tv.

"Dari mana kamu?"

"Oh.. Aku abis dari nonton sama temen-temen, om."

"Yawda sana cepet mandi, abis ini pijitin om ya"

"Iya"
Aku menutup pintu kamar dan agak sedikit sebel karena akupun lelah, tapi masih saja harus memijit. Kulepaskan kancing bajuku satu persatu. Kuturunkan risleting rokku. Kini hanya bra dan cd saja yang menempel di tubuhku. Ku tatap tubuhku di cermin besar. Sebenarnya aku pulang malam karena tadi pacaran dulu. Kubuka kaitan bra, dan kutekan-tekan toketku perlahan. Ahh, toketku agak sakit karena tadi pacarku meremasnya dengan kencang. Pentilku juga sepertinya jadi lebih mancung akibat hisapan tadi.. Kuperhatikan bekas gigitan pacarku di samping toket kiri. Kuremas toketku perlahan dengan kedua tangan. Ahh nikmatnya… Andaikan pacarku bisa melakukan ini setiap hari. Kuperhatikan ekspresi wajahku saat ku remas toket ini. Kujepit perlahan pentilnya. Sungguh nikmatttt…

Tiba-tiba om membuka pintu! Sial!!! Aku memang lupa menguncinya! Dengan gelagapan kurain kemeja untuk menutupi badan.

"A.. aaa… Apaan sih om?! Kok ngga ngetok pintu dulu sihh?!"

Suaraku bergetar, aku sangat ketakutan. Terlebih lagi sekarang aku hanya pakai cd dan om melihatku penuh napsu.

"Ngga, om cuma pengen manggil kamu aja, kirain kamu ketiduran."

"Ngga kok om, a.. aku inget, nanti ya a.. a aku mau mandi dulu!"

Suaraku makin bergetar, om tau kalau aku sangat ketakutan. Namun dia ngga beranjak dari pintu kamarku, malah melihatku semakin lama dengan matanya yang penuh napsu. Senyumnya terlihat licik!

Lalu dia melangkahkan kakinya kearahku.

"Ma mau apa?!"

"Vi, kamu terlihat cantik deh kalo ga pake baju. Om suka ngeliatnya.."

"Ng nggak!! Sana pergiii!!!"

Aku lempar segala yang ada di atas tempat tidurku. Tas, jam tangan, bantal, rok. Sulit sekali melempar barang-barang tersebut sementara tangan kiriku mempertahankan kemeja seadanya yang menutupi tubuhku.

"Sssh, Vi, jangan galak gitu doong"

Tiba-tiba dia menangkap tanganku, aku berontak sekuat tenaga, namun tetap saja aku kalah tenaga bila dibandingkan dia. Lalu dia memegang tanganku yg satu lagi. Kemejanya kini tersibak, toketku menggantung bebas dan dia tertawa. Tubuhku dihempas ke tempat tidur sementara tangannya memegang tanganku. Dia menciumiku dengan paksa, aku berontak, kupalingkan wajahku ke kanan kiri. Dia menggigit kupingku dan aku tetap melakukan perlawanan.

PLAKKKKK….!!!

Sebuah temparan keras mendarat dipipiku. Perih sekali rasanya.

"Diam!!! Atau setelah ini om tampar lagi pipi kamu! Kalau masih ngga mau diam, om sundut toket kamu ini pake rokok!!!"

Aku hanya bisa menangis.

Bersambung . . . .




3 tahun diperkosa - 2

"Ampun omm, jangannnn…. Jangan…"

Namun ngga digubrisnya, dia menciumi bibirku, memasukkan lidahnya. Menciumi telingaku, menjilatnya sampai basah. Ciumannya turun ke leher, digigitnya kecil-kecil. Aku ngga sanggup meronta lagi, tanganku dibekap. Lalu dia berhenti menciumiku.


"Toket kamu bagus banget, Vi. Om suka. Pacar kamu pasti pernah ngemut toketmu kan? Tadi aja om liat kamu remas-remas toketmu sendri! Sekarang om kasi yang lebih enak tapi jangan melawan ya! Ingat, kalo kamu melawan, om sundut kamu pakai rokok!"

Perlahan tanganku dilepasnya. Lalu dia mengelus-elus dadaku sampai ke perut.

"Jangan, om… Plisss…"

Tangisku memang sudah berhenti, hanya tersisa sesengukan. namun kata-kataku pun sepertinya ngga akan menghentikan om sialan itu.

Tangannya mulai meraba-raba kedua toketku. Diremas-remasnya dengan kencang, sambil dicium-cium. Pentilku dimainkan dengan lidahnya, dihisap, lalu dimainkan lagi dengan lidahnya.

"Ahh…"

Aku tak sengaja mendesah.

"Tuh kan!! Om bilang juga apa, pasti enak kan!"

Lalu dia lanjutkan lagi kuluman pentilnya.

Sungguh, hisapan om memang lebih enak dibandingkan pacarku. Pentilku dipelintir dengan kedua jarinya, dijepit, ditarik-tarik. Walopun sedikit sakit, tapi enak.

"Nahh sekarang kamu isep punya om nih!"

"Ta tapi Vi belom pernah ngisep 'itu' om! Vi takut"

"Sini om ajarin ya"

Lalu dia turunkan celana pendeknya. Om ngga pakai celana dalam, jadi penisnya langsung menyembul keluar. Aku kaget, dan merasa aneh dengan bentuknya. Baru kali ini aku melihat penis cowo secara langsung. Biasanya hanya lewat film porno.

Om menuntun tanganku untuk mengocok batang penisnya. Maju mundur. Lalu mengarahkan ujung penisnya kebibirku.

"Emut ini, tapi jangan sampe kena gigi."

Aku emut ujung penisnya perlahan, kurasakan cairan asin keluar dari situ.

"Ahhh ya bener, Vi, enak banget! Coba masukin lebih dalam lagi!"

Ku masukkan batang penis lebih dalam lagi ke mulut sambil kukocok batangnya. Kulihat om merem melek saat kulakukan itu. Kepalaku didorong maju mundur olehnya. Kadang juga badannya yang bergerak maju mundur. Lalu om memasukkan penisnya jauh kedalam mulutku, rasanya sampai ke kerongkongan, aku terbatuk-batuk, ku dorong pinggulnya menjauh dari mukaku.

"Hahaha.. Keselek ya, Vi? Tapi yg barusan itu enak banget loh, lama-lama juga kamu terbiasa!"

"Udah, om. Vi ngga mau lagi.." Aku mulai menangis lagi.

"Ngga!!! Udah tanggung nih, om mau jilat memek kamu Vi!"

"Jaa jangan…"

belom sempat kuberontak, om sudah mendorong badanku hingga terjatuh di tempat tidur. Kakiku digeser ke pinggir tempat tidur, dia mulai menciumi perutku, lalu menciumi celana dalamku.

Aku coba menahan kaki untuk rapat, tapi percuma saja, pahaku ditahan oleh kedua tangannya.

Dia mulai lagi menciumi, menjilat dan menggigit vaginaku yang masih tertutup celana dalam.

"Aaahh oohh jang jangan ommmmm…"

Tapi dia terus menggerakkan bibirnya di vaginaku.

Sekarang jarinya meraba-raba celana dalamku yang sudah basah.

"Celana kamu udah basah tuh! Enak ya? Bentar lagi om kasi yang lebih enak!"

"Nggaaaaa!!! Jangaannn ommm!! Pliisssss!!!!"

Tapi jarinya udah menggelitik bagian klit ku. Walopun masih tertutup cd, rasanya seperti nyata.

Klit ku ditekan-tekan, kadang digerakan seperti gerakan menggaruk.

"Uhhh om.. Udahhhhh!!! Pliissss!"

Kakikuu dibukanya makin lebar. Kepalanya berada diantara selangkanganku. Jarinya masih bermain di klitku. Lalu dia berhenti, berdiri, menyuruhku bangun dengan posisi duduk. Dia pindah duduk dibelakangku. Dadanya menempel di punggungku. Diciumi pundakku, tangan kanannya meremas payudaraku dan tangannya satunya memainkan klitku.

"Gimana, Vi? Enak kan? Kamu kaya gini juga ngga ke pacarmu?"

Bibir om tepat di telingaku, aku ngga tau mau jawab apa, rasanya cuma desahan pelan yang keluar dari mulutku.

Lalu tangannya masuk kedalam celanaku.

"Wah, kamu udah becek banget, Vi. Enak nih, licin!"

Tangannya berputar-putar di vaginaku, sesekali menyentuh klit. Aku mendesah agak keras saat jarinya menyentuh klit. Om menyadari itu, lalu dengan sengaja, dia mainkan jarinya di klitku sementara tangan satunya lagi memilin pentilku dengan cepat.

"Ahhh om.. U udah udahhh!!!"

Tapi gerakan jarinya makin cepat di klitku. Ku rasakan darahku mengalir sampai ke ubun-ubun. Aku ngga tau perasaan apa ini. Sangat aneh tapi enak sekali. Jarinya bergerak makin cepat dan ditekan semakin dalam. Sektika aku merasakan sesuatu yang aneh yang membuat seluruh tubuhku mengejang.

"Ahhh om!!! Apaan ini!!!"

"Nikmatin aja, Vi, ini pasti bakalan enak banget kok, percaya deh sama om!"

Ternyata benar, seketika itu tubuhku mengejang, kurasakan denyutan di klit dan diseluruh tubuhku.

"Ommm udah, udah!!! St stoppp!"

"Gimana? Enak kan?"

Aku ngga menjawab, seluruh tubuhku masih terasa ngilu.
Lalu om bangun dari tempat tidurku, dia berlutut diantara kedua kakiku. Diturunkan cdku perlahan. Toketku dan pentilku diciumi sambil melepaskan cdku.

Sekarang aku benar-benar telanjang di depan omku. Aku lihat dia berdiri dengan penis yang tegak. Dia memuji-muji tubuhku sambil mengocok penisnya. Vaginaku diusap-usap sambil sesekali memainkan klitku yang masih ngilu karena orgasme tadi. Lalu dia jilat-jilat vaginaku. Lidahnya masuk kedalam lubang vaginaku.

"Jangan!!! Jangan dimasukin om!! Plisss"

Tapi lidahnya terus masuk kedalam vaginaku, membuat sensasi geli dan enak, tapi aku juga takut. Takut kalo selaput daraku akan sobek karena jilatan itu. Lidah nya terus menari-nari di liang vaginaku. Sepertinya banyak sekali cairan yang aku keluarkan, tapi om ngga peduli, dia jilat habisss semua cairanku. Jarinya semakin menggila memainkan klit ku. Dan aku mendapatkan orgasme yang kedua.

"Ahh ommm, ahhhhhh uhhh"

Ngga ada lagi kata yang bisa kuucapkan selain desahan. Vaginaku berkedut hebat seiring detak jantung. Klitku terasa ngilu sekali.

"Vi, kalo kamu orgasme kaya tadi, bikin memek kamu makin lebar. Sini om kasi yang lebih enak lagi dibanding yang barusan!"

"Ja jangan om! Vi masih perawan, Vi ngga mauu!!! Ja jangannn om!!!"

Bersambung . . . .




3 tahun diperkosa - 3

Aku meronta sekuat tenaga.

PLAKKKK…!!!

Tamparan mendarat di pipiku. Ini lebih perih dari yang pertama.

Aku cuma bisa menangis, saat om menggesek-gesekkan penisnya di bibir vaginaku. Aku coba merapatkan paha namun sia-sia. Kalah tenaga.

Perlahan-lahan kepala penisnya menerobos bibir vaginaku.

"Ssss sa sakitttt ommm!!! Sakitttt!!!"
Om ngga peduli. Dia tetap mendorong penisnya. Ku cengkram lengannya kuat-kuat. Sedangkan tanga satunya lagi mencengkram sperei yang sudah berantakan.

Perih dan sakit sekali saat ujung penis itu masuk walaupun perlahan.

"Liat nih, Vi, kepala ****** om udah masuk!"

Aku ngga mempedulikannya. Aku cuma meringis menahan sakit.

Om masih berusaha memasukan penisnya, kulihat batang penisnya berlumuran darah namun ngga begitu banyak. Aku tau, itu darah perawanku. Air mataku mengalir karena ku menyesali kenapa harus kehilangan keperawananku dengan cara seperti ini.

Penis om masuk semaik dalam. Kurasakan penisnya berhimpitan dengan tulang-tulang dalam vaginaku. Lalu penisnya digerakkan mundur perlahan, lalu bergerak maju, begitu seterusnya. Sungguh, aku ngga merasakan nikmat. Hanya sakit yang kurasakan.

"Uhh.. Sssaakittt ommm!! Pe pelannn pelllannn..."

Penisnya bergerak maju mundur, dan sesekali dia tegangkan penisnya sehingga membuatku mendesah lebih kencang. Kedua pentilku sambil dipelintir dengan tangannya dan penisnya bergerak maju mundur. Kali ini sedikit lebih cepat. Kulihat om mengeluarkan desahan yang semakin kencang. Dagunya terangkat dan matanya terpejam.

"Aaahh, Vi… Om mau keluar nih… Ahhhhh"

Aku mengerti kalau om sudah akan ejakulasi.

Dia cabut penisnya dan air mani bermuncratan ke perutku. Rasanya hangat. Om masih mengocok batang penisnya yang berlumuran darah.

"Aahhh Vi, memek kamu eennnnakkkk banget, peju om sampe keluar benyak banget kan tuhh… Coba kamu jilat peju om deh…"

Lalu om menuntun jariku, mencolek peju yang berlumuran diatas perutku.

"Coba buka mulutnya"

Jari ber-peju itu ditempel ke lidahku.

"Gimana rasanya?"

"Anehh om, ngga enak ah"

"Hahaha kamu nanti lama-lama bakal ketagihan loh! Dah sana kamu mandi. Sepreinya dicuci, tuh darah perawan kamu tumpah-tumpah. Inget ya, Vi, jangan bilang siapa-siapa. Kalo ngga, badan kamu yg bagus ini bakalan kena sundut rokok, mungkin juga lebih dari itu."

Aku cuma diam.
Saat itu cuma ada dendam terhadap om ku.

Begitulah setiap harinya, hampir setiap malam kalau tante dan Dipo ngga ada dirumah, aku jadi budak napsu om bejat itu. Permintaannya pun semakin aneh-aneh. Kadang dia ikat tangan ku dan menyumpal mulutku dengan celana dalam yg kupakai lalu badanku dilumuri lelehan coklat dan dia jilat seluruh badanku. Pernah pentilku dijepit dengan jepitan jemuran dan lubang vaginaku dimasukkan vibrator selama 3 jam, lalu aku disuruh melakukan tarian erotis.

Salah satunya kejadiannya seperti ini...

Suatu hari tante ada keperluan di luar kota selama 3 hari. Di rumah hanya tinggal aku, om dan Dipo. Setiap malam selama 3 hari itu, om selalu menyelinap ke kamarku. Aku yang sedang tertidur tiba-tiba merasakan ada tangan yang menyelinap kebawah dasterku. Jari-jarinya masuk, dikocoknya g-spotku sampai aku orgasme. Aku memang ngga pernah memakai bra dan cd saat tidur jadi membuatnya semakin mudah saja. Ternyata om sudah menyiapkan 'peralatan' untuk menyiksaku. Dia telanjangi aku dan menyumpal mulutku dengan celana dalamnya. Lalu tanganku diikat ke teralis jendela. Kaki ku diikat ke ujung kaki tempat tidur sehingga tubuhku membentuk huruf X. Lalu om keluar kamar dan kembali dengan membawa plastik hitam. Dia mengeluarkan jepitan jemuran. Jepitan jemuran diarahkan ke pentilku.

"Jaangan om! Itu pasti sakit!! Ja….."

Suaraku terdengar tidak jelas karena disumpal

Jlepppp!!!!

Jepitan jemuran itu kini sudah menjepit pentil kiriku.

"Ahhhhhhh.. sakiiittt! Ampunn omm!!!!"

Jlepppp!!!

Kini pentil kananku juga dijepit dengan jepitan jemuran.

Dia tersenyum melihat ekspresiku yang kesakitan.

Rambutku dijambak dan diciumi sambil meremas-remas toketku yang menegang.

"Kamu udah jadi budakku! Kamu harus nurut!"

Sekarang dia meraih tas plastik hitam yang tadi dibawa.

Ada kain panjang berwarna hitam lalu dia lilitkan dikepalaku, menutupi mata.

Sekarang aku ngga bisa lihat apapun.

Lalu terdengar bunyi sesuatu yang dikeluarkan dari tas plastik. Aku ngga tau apa itu. Om cuma tertawa pelan.

Benda itu mengeluarkan suara getaran.

Zzzzzz zzzzz zzzzz

Ahh! Tidaaakk!! Itu pasti vibrator!

Kukerahkan tenaga ku untuk melepaskan tali yang mengikat dan tiba-tiba vibrator itu berada di bibir vagina. Bergetar di klitorisku, ditekan dengan kuat disitu dan akhirnya aku orgasme.

Om tertawa melihatku orgasme karena vibrator itu. Lalu dia masukkan kedalam vaginaku. Speednya pun bertambah makin cepat. Vaginaku dikocok dengan vibrator. Sensasinya memang luar biasa apalagi kalau dilakukan dengan cepat.

"Mmmmhhh!!! Mmmhhh!!"

Eranganku tidak terdengar jelas saat vibrator itu dicopot dan diletakkan di penjepit jemuran yang kini menjepit pentilku. Lalu dimasukkan lagi ke vaginaku.

Tak lama kemudian aku pun orgasme. Kakiku mengejang dan tubuhku ahirnya terkulai lemas. Namun om tetap membiarkan vibratornya didalam vaginaku

"Tenang Vi sayang, aku akan menaruh vibrator ini selama 5 jam di dalam memek kamu."

"Aahh!!! Ngga!!! Ngga mau!!! Dasar bajingan!!! Sialan!!!"

Walau suaraku tidak terdengar jelas, aku yakin om tau perkataanku.

Namun dia diam saja disampingku sambil meraba toketku.

Terdengar suara plastik diambil, sepertinya om mengambil sesuatu lagi didalam situ.

"Vi, aku masih punya 1 lagi nih!"

Ternyata masih ada 1 lagi vibrator. Lalu dia nyalakan dan dia tempelkan vibrator itu di penjepit jemuran yang kini menjepit pentilku.

Aku rasakan sensai geli dan sakit secara bersamaan.

"Gimana, Vi? Yang ini pasti lebih enak."

Tak lama kemudian aku orgasme hebat karena vibrator dalam vaginaku. Dan itu berlangsung selama 5 jam. Entah berapa orgasme yang kudapatkan, pastinya lebih dari 10 kali.

Sudah jam 5 subuh. Om melepaskan penutup mataku. Kulihat dia telanjang dengan penis yang tegak.

"Vi, om udah napsu banget dari 5 jam lalu waktu om siksa kamu. Sekarang gantian ****** om yang masuk situ yah."

Kontolnya dimasukkan maju mundur dengan gerakan cepat, dihentakkan dalam-dalam dan jarinya memainkan klitorisku. Aku pasrah karena tak ada lagi tenaga yang tersisa.

"Aahhh, Viiiii, om mau keluar nihhhh… Aaaahh…"

Lalu buru-buru dia cabut penisnya dan dilepaskan celana dalam yang menyumpal mulutku. Dia masukkan dalam-dalam penisnya yang berdenyut itu. Cairan hangat menyembur ke dalam kerongkonganku. Aku sampai tersedak karena banyak sekali peju yang dikeluarkan.

Ngga semuanya aku telan, ada yang aku keluarkan karena aku mual. Lalu om membasuh mukaku dengan pejunya yang tumpah dari mulutku.

Penisnya yang masih belepotan peju dilap ke toketku. Dia tersenyum puas. Puas karena sudah semalaman mengerjai aku.

"Makasih ya, Vi sayang…"
Lalu dilepaskan tali yang mengikat tangan dan kakiku. Setelah vibrator tsb diambil, dia pergi begitu saja dari kamar.

Dan kini sudah 3 tahun aku tinggal bersama mereka. Aku pun memutuskan untuk kuliah di Bandung. Kelakuan bejat om ku selama ini sepertinya tidak diketahui oleh tanteku. Om menyayangkan keputusanku untuk kuliah di Bandung. Dia bilang kalau aku memutuskan untuk kuliah di Jakarta, dia mau membantu biaya kuliahku. Cih! Aku tau betul maksud kata-katanya itu. Tapi keputusanku sudah bulat.

Kini aku kuliah di Bandung, di kampus incaranku. Kebetulan juga aku mendapat beasiswa disini. Hal-hal yang terjadi di masa lalu membuatku tegar dan menjadikan ku orang yang berbeda. Kini aku menjadi liar untuk urusan seks. Aku suka sekali menyiksa pasangan seksku. Mendengarkan jeritan dan melihat ekspresi ketakutan mereka membuatku semakin bergairah. Jadi, inilah aku yang sekarang…

Tamat




Adik ipar - 1

Waktu itu umurnya baru 26 tahun, sedangkan adik iparku berumur 18 tahun bernama Andini dan kami tinggal serumah dimana rumah yang kami tempati bertiga tidak begitu luas. Sehingga adik iparku tidur di ruangan yang agak terbuka.

Perlu diketahui bahwa adik iparku tumbuhnya kenyal dan kulitnya putih dengan ukuran bra 36, pada suatu malam sekitar jam 01.00 aku ingin kencing dan aku melihat adik iparnya tidur dengan telentang dengan kaki dengan kaki tekangkang, sehingga terlihat celana dalamnya yang berwarna pink dan belahan memeknya yang tebal.

Maka aku dengan panasaran kudekati tubuh adik iparku, dan pikiran kotorku mulai ingin menjamah gundukan daging yang terbelah.
Pertama kuraba celana dalamnya tepat dipermukaan memeknya, terasa olehku bahwa CD-nya agak lembab, kemudian kusingkapkan pinggir CD-nya denga hati-hati agar tidak terbangun.

maka terlihatlah gundukan daging yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang sangat mempesona sehingga kontolku yang besar dengan panjang 19 cm dan diameter 10 cm mengeras dan berdenyut-denyut.

Selanjutnya kubuka belahan memeknya pelan-pelan terlihatlah kelentitnya yang besar dan berwarna merah jambu mengkilap karena agak basah oleh cairan memeknya, kemudian pandanganku kualihkan ke lobang memeknya terlihatlah celah lobang yang sempit berwarna merah dan agak sedikit berlendir.

maka aku tak tahan lagi dan kucium belahan memek yang aduh hai itu dan kujilati dari ujung kelentitnya sampai ke lubang memeknya, saking nafsunya tanpa kusadari bahwa adik iparku terbangun dan agak kaget melihat aku menjilati memeknya, maka dengan suara sedikit binggung dia bertanya : Sedanga ngapain kak ?. Kok jilatin tempik Dini, kan bau.

Aku sangat kaget dan menjawab apa adanya ; Maaf . . . kakak ingin nggak tahan waku lihat belahan memekmu yang tekangkang dan mukung.

Tapi kak . . . tanti mbak bangun . . . kita bisa kena marah dan aku diusir. Tenang, mbakmu kalau tidur susah untuk bangun, apalagi sekarang sudah jam 01:20 malam, asal kamu jangan menolak dan berteriak.

Ahhhh . . kakak ini, sebenarnya aku sudah dari tadi merasakan memeku ada yang mengelus dan menjilati, tapi aku rasakan antara sadar dan tidak. Gimana . . . . . dik rasanya, enak nggak ?. Nggak tahu . . . ahhhhh, tapi kayaknya geli-geli nikmat, soalnya memekku rasanya basah. Kalau gitu buka aja yaa CD-nya ?.

Biar kakak jilatin tempik adik sampai teler. Tapi . . kak kan bau . . . . . . . . . . . . Justru bau memek itulah yang buat kontol kakak ngaceng nggak karuan, kalau nggak percaya lihat ini . . . . . . kakak punya tongkat dewa !!!. Sambil kubuka CD-ku dan kedekatkan kontolku yang sudah tegang ketangannya.

Waoww . . . Kak besar sekaliiiiiiiii, nikmat mungkin yaa kak kalau dimasukan ke lubang memek Dini ?. Tanpa banyak komentar dan secara otomatis kami berdua sudah dalam posisi 69, terlihatlah olehku kelentit dan lubang tempik adik iparku serta baunya yang merangsang. Dan agak sedikit malu-malu kontolku diciuminya, kemudian dimasukan kedalam mulutnya secara pelan-pelan.

Waduuuuuh . . . . nikmatnya, kusuruh dia mengulum lebih dalam lagi. Maka dengan penuh nafsu adiku mengulum dan memaju mundurkan kontolku dalam mulutnya, sedangkan aku sibut menjilati kelentit dan lubang tempiknya yang semakin banyak mengeluarkan lendir yang berbau khas dan merangsang.

Aduuuuh Kak . . . teusss, teruuuuus kak, nikmat sekali, rasanya ingin kencing kak, nggak apa-apa yaaa kalau adik kencingkan di mulut kakak ?. Waoooow . . . . kak, kocok terus kak, aduuuuuuh nikmatnya, mainkan kak kelentitnya . . terusss . . . teruuuuussss, teruuuuuuuuuuuuuusssssss, kaaaaaaakkkkk, aduh nggak tahan kak ingin keluar . . .. creeett . . . creeettttttt . . . creetttttt.

adiku sudah orgasme dan terlihatlah olehnya cairan kental berwarna bening mengalir dari lubang tempiknya begitu banyak, sampai membsahi hidung dan mukaku.

Kujilati seluruh lendir bening yang keluar dari lubang tempik sampai bersih, adikupun mendesah-desah seperti orang kepedesan.

Sambil mendesah-desah dia mempercepat kulumananya, sehingga kontolku keluar amsuk di mulutnya tanpa aturan, aduuuuuuuuuh nikmat sehingga kontolku yang besar panjang berdenut-denyut.

Teruuuuuussss . . . dik, aduuuuuuuuh dik nikmaynya, kakak rasanya ingin keluar . . . . waooowww dik alangkah nikmatnya, teussssss, terussssssssss, aduuuuuuuh . . . . croooot, crooootttt, croooooooootttttt, air maniku menyembur di mulutnya.

Gleeeggg . . . . gleeegggggg . . . . sambil sedikit terpejam matanya adiku menelan air pejuhku, aduuuuh kak, agak pahit rasanya, tapi nikmat kak . . kaya nelan es krim cair yaaa ???.

Bersambung . . . .




Adik ipar - 2

Selanjutnya kami berdua duduk berhadapan sambil memandang barang kami masing-masing, kulihat tempik adiku begitu indah dan menggairahkan, maka aku berbaring di pangkuannya sambil menjilati belahan tempik adiku.

tercium aroma lendir memek yan keluar dari lubang tempiknya. Sedangkan adiku mengelus-ngelus kontolku yang sudah mulai mengecil, sekali-kali kontolku dimasukan kedalam mulutnya sambil dikocok.

Tak seberapa lama kulihat adiku mulai terangsang lagi . . . kurasakan cairan memeknya mulai keluar dan membasahi permukaan, sambil kucoleh lubang memeknya dan terlihat jariku penuh cairan memek.

kemudian jariku kujilati, adikupun tidak tinggal diam dimasukannya jarinya ke lubang memeknya, kemudian ditariknya terlihat banyak lendir yang menempel dijarinya dan dimasukan kemulutku, rasanya asin, asam dan gurih sehingga nafsuku bangkit kembali.

Dikocoknya kontolku dengan penuh perasaan dan sekali-kali dikulum dengan perasaan gereget, sehingga kontolku tegang kembali.

Kusuruh dia nungging, maka terlihatlah lubang memeknya yang basah dan berwarna merah, kuarahkan kepala kontolku ke lubang tempiknya secara perlahan-lahan.

Aduuuuh . . Kak pelan-pelan, agak sedikit pedih Kak . . . pelan-pelan kaaakkkk, waoowww Kak nikmat juga rasanya.

Kutekan kontolnku lebih dalam lagi, dia menggoyangkan pantatnya sambil mnahan sakit . . . teruuusss kak, pelan-pelan aja yaaa kaaakkkk. Aaahhhh . . . teruuuusssss Kak . . . . . sambil mainkan kelentitnya Kak . . . . aduuuuuuuhhhhh nikamatnya . . . waooowwwwwwww.

Terdengar suara kecrooooott, kecrooot bila kutarik dan kumasukan kontolku di lubang tempiknya, adiku semakin histeris, sambil memegang kasur dia goyangkan pinggulnya semakin cepat dan suara kecraaar, kecrooooot semakin keras.

Tak lama kemuadia . . . . aduuuuh kak aku nggak tahan lagi ingin keluar . . waooowww Kak hampir . . . aduuuuuh

Kak keluaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr. Kulihat adiku terkulai lemas dan memeknya kursakan semakin licin, sehingga bahaku basah oleh cairan memeknya yang keluar sangat banyak.

Sebenarnya aku juga sudah nggak tahan ingin keluar, apalagi mendengar desahan-desahan yang erotis pada saat adiku akan orgasme. Aduuuuuh dik . . . kakak ingin keluar . . . waouwww nikmatnya . . . . . .. Jangan dicabut Kak, keluarin aja di memek Dini, keluaaaaariiin Kak, cepat Kaaaakkk, tak lama kemudian . . . . croott . . . . crooooott . . croooooooooottttttttttttt.

air maniku meyembur di lubang tempik adiku . . . . waouwww Kak hangatnya tempiku Kak . . nikamat sekali Kak, jangan dicabut dulu kak biarin kontol kakak berendam di tempiku.

Setelah kontolku mengecil, maka siujang keluar secara otomatis dari lubang tempik adiku, dan adiku tersenyum puas sambil mengulum kontolku yang gelepotan cairan memek dan pejuhku, dia sangat menikmati, sehingga kontolku dikulumnya sampai bersih. Dik apakah sebelumnya adik pernah ngewe ?.

Belum Kak, ini pengalaman pertama memek Dini dimasukin kontol, besar panjang lagi sehingga waktu pertama tadi tempik Dini rasanya pedih.

Tapi . . . Kak, Dini sering juga masukin jari ke lubang memek . . . terutama kalau lagi mandi atau malam hari yang sepi . . . sampai keluar lendir dari tempik Dini, tapi tidak senikmat kalau dimasukin kontol . . yaaaa Kak ??.

Tentu saya Din . . . jari kan kecil, sedangkan kontol kan besar dan hangat. Iyaaaa . . yaa Kak, tadi juga Dini rasanya nggak bisa bernafas waktu pertama kali kontol kakak masuk ke lubang memek Dini. Din . . . . lain kali kita main dengan gaya posisi yang berbeda yaa ??. Tapi Kak . . .

Dini takut hamil kalau pejuh kakak masuk ke lubang memek, tapi gimana yaaa . . . soalnya rasanya hangat dan nikmat, sambil Dini mencium dan mengulum kontolku lagi. Kak . . . . apakah Kakak nggak jijik jilatin tempik Dini . . . kan bau Kak ?.

Siapa bilang bau, orang nikmat gitu !!!! Sambil tertawa adiku memakai pakaian dan bersiap untuk tidur lagi dan akupun berpakaian kemudian ku tinggalkan adiku yang sudah tidur dengan penuh kepuasan.

Untuk selanjutnya setiap ada kesempatan kami selalu gunakan untuk bermesraan dan ngewe, baik dirumah maupun di luar rumah.

Tamat




Adik iparku Liza

Usiaku sudah hampir mencapai kepala tiga, ya... sekitar 2 tahunan lagi lah. Aku tinggal bersama mertuaku yang sudah lama ditinggal mati suaminya akibat penyakit yang dideritanya. Dari itu istriku berharap aku tinggal di rumah supaya kami tetap berkumpul sebagai keluarga tidak terpisah. Di rumah itu kami tinggal 6 orang, ironisnya hanya aku dan anak laki-lakiku yang berumur 1 tahun berjenis kelamin cowok di rumah tersebut, lainnya cewek.

Jadi... begini nih ceritanya.

Awal September lalu aku tidak berkerja lagi karena mengundurkan diri. Hari-hari kuhabiskan di rumah bersama anakku, maklumlah ketika aku bekerja jarang sekali aku dekat dengan anakku tersebut. Hari demi hari kulalui tanpa ada ketakutan untuk stok kebutuhan bakal akan habis, aku cuek saja bahkan aku semakin terbuai dengan kemalasanku.

Pagi sekitar pukul 8 wib, baru aku terbangun dari tidur. Kulihat anak dan istriku tidak ada disamping, ah... mungkin lagi di beranda cetusku dalam hati.

Saat aku mau turun dari tempat tidur terdengar suara jeritan tangis anakku menuju arah pintu. seketika itu pula pintu kamar terbuka dengan tergesanya. Oh... ternyata dia bersama tantenya Liza yang tak lain adalah adik iparku, rupanya anakku tersebut lagi pipis dicelana.

Liza mengganti celana anakku, "Kemana mamanya, Za...?" tanyaku. "Lagi ke pasar Bang"jawabnya "Emang gak diberi tau, ya?"timpalnya lagi. Aku melihat Liza pagi itu agak salah tingkah, sebentar dia meihat kearah bawah selimut dan kemudian salah memakaikan celana anakku.

"Kenapa kamu"tanyaku heran "Anu bang..."sambil melihat kembali ke bawah.

"Oh... maaf ya, Za"terkejut aku, rupanya selimut yang kupakai tidur sudah melorot setengah pahaku tanpa kusadari, aku lagi bugil. Hmmm... tadi malam abis tempur sama sang istri hingga aku kelelahan dan lupa memakai celana.

Anehnya, Liza hanya tersenyum, bukan tersenyum malu, malah beliau menyindir "Abis tempur ya, Bang. Mau dong..."katanya tanpa ragu "Haaa..." Kontan aja aku terkejut mendengar pernyataan itu. Malah kini aku jadi salah tingkah dan berkeringat dingin dan bergegas ke toilet kamarku.

Dua hari setelah mengingat pernyataan Liza kemarin pagi, aku tidak habis pikir kenapa dia bisa berkata seperti itu. Setahu aku tuh anak paling sopan tidak banyak bicara dan jarang bergaul.

Ah... masa bodoh lah, kalau ada kesempatan seperti itu lagi aku tidak akan menyia-nyiakannya. Gimana gak aku sia-siakan, Tuh anak mempunyai badan yang sangat seksi, Kulit sawo matang, rambut lurus panjang. Bukannya sok bangga, dia persis kayak bintang film dan artis sinetron Luna Maya. Kembali momen yang kutunggu-tunggu datang, ketika itu rumah kami lagi sepi-sepinya.

Istri, anak dan mertuaku pergi arisan ke tempat keluarga almahrum mertua laki sedangkan iparku satu lagi pas kuliah. Hanya aku dan Liza di rumah. Sewaktu itu aku ke kamar mandi belakang untuk urusan saluran air aku berpapasan dengan Liza yang baru selesai mandi.

Wow, dia hanya menggunakan handuk menutupi buah dada dan separuh pahanya. Dia tersenyum akupun tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu.

Selagi aku menyalurkan hajat tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang menggedor. "Siapa?"tanyaku "Duhhhh... kan cuma kita berdua di rumah ini, bang"jawabnya.

"Oh iya, ada apa, Za...?"tanyaku lagi
"Bang, lampu di kamar aku mati tuh"
"Cepatan dong!!"
"Oo... iya, bentar ya" balasku sambil mengkancingkan celana dan bergegas ke kamar Liza.

Aku membawa kursi plastik untuk pijakan supaya aku dapat meraih lampu yang dimaksud. "Za, kamu pegangin nih kursi ya?" perintahku
"OK, bang" balasnya.
"Kok kamu belum pake baju?"tanyaku heran.
"Abisnya agak gelap, bang"
"ooo...!?"

Aku berusaha meraih lampu di atasku. Tiba-tiba saja entah bagaimana kursi plastik yang ku injak oleng ke arah Liza. Dan... braaak aku jatuh ke ranjang, aku menghimpit Liza.

"Ou...ou..."apa yang terjadi. Handuk yang menutupi bagian atas tubuhnya terbuka. "Maaf, Za"
"Gak apa-apa bang"

Anehnya Liza tidak segera menutup handuk tersebut aku masih berada diatas tubuhnya, malahan dia tersenyum kepadaku. Melihat hal seperti itu, aku yakin dia merespon. Kontan aja barangku tegang.

Kami saling bertatap muka, entah energi apa mengalir ditubuh kami,
dengan berani kucium bibirnya, Liza hanya terdiam dan tidak membalas.
"Kok kamu diam?"
"Ehmm... malu, Bang"

Aku tahu dia belum pernah melakukan hal ini. Terus aku melumat bibirnya yang tipis berbelah itu. Lama-kelamaan ia membalas juga, hingga bibir kami saling berpagutan. Kulancarkan serangan demi serangan, dengan bimbinganku Liza mulai terlihat bisa meladeni gempuranku. Gunung kembar miliknya kini menjadi jajalanku, kujilati, kuhisap malah kupelintir dikit.
"Ouhh... sakit, Bang. Tapi enak kok"

"Za... tubuh kamu bagus sekali, sayang... ouhmmm" Sembari aku melanjutkan kebagian perut, pusar dan kini hampir dekat daerah kemaluannya. Liza tidak melarang aku bertindak seperti itu, malah ia semakin gemas menjambak rambutku, sakit emang, tapi aku diam saja.

Sungguh indah dan harum memeknya Liza, maklum ia baru saja selesai mandi. Bulu terawat dengan potongan tipis. Kini aku menjulurkan lidahku memasuki liang vaginanya, ku hisap sekuatnya sangkin geramnya aku.

"Adauuu.... sakiiit" tentu saja ia melonjak kesakitan.
"Oh, maaf Za"
"Jangan seperti itu dong" merintih ia
"Ayo lanjutin lagi" pintanya
"Tapi, giliran aku sekarang yang nyerang" aturnya kemudian

Tubuhku kini terlentang pasrah. Liza langsung saja menyerang daerah sensitifku, menjilatinya, menghisap dan mengocok dengan mulutnya.

"Ohhh... Za, enak kali sayang, ah...?" kalau yang ini entah ia pelajari
dari mana, masa bodo ahh...!!
"Duh, gede amat barang mu, Bang"
"Ohhh...."
"Bang, Liza sudah tidak tahan, nih... masukin kontol mu, ya Bang"

"Terserah kamu sayang, abang juga tidak tahan" Liza kini mengambil posisi duduk di atas tepat agak ke bawah perut ku. Ia mulai memegang kemaluanku dan mengarahkannya ke lubang memeknya. semula agak sulit, tapi setelah ia melumat dan membasahinya kembali baru agak sedikit gampang masuknya.

"Ouuu...ahhhhh...." blessss... seluruh kemaluanku amblas di dalam goa kenikmatan milik Liza.

"Aduuuh, Baaaang..... akhhhhh" Liza mulai memompa dengan menopang dadaku. Tidak hanya memompa kini ia mulai dengan gerakan maju mundur sambil meremas-remas payudaranya.

Hal tersebut menjadi perhatianku, aku tidak mau dia menikmatinya sendiri. Sambil bergoyang aku mengambil posisi duduk, mukaku sudah menghadap payudaranya. Liza semakin histeris setelah kujilati kembali gunung indahnya.
"Akhhhh... aku sudah tidak tahan, bang. Mau keluar nih. Ahhh... ahhh... ouhhh"

"Jangan dulu Za, tahan ya bentar" hanya sekali balik kini aku sudah berada diatas tubuh Liza, genjotan demi genjotan kulesakkan ke memeknya. Liza terjerit-jerit kesakitan sambil menekan pantatku dengan kedua tumit kakinya, seolah kurang dalam lagi kulesakkan.

"Ampuuuun... ahhhh... ahhhh... trus, Bang"
"Baaang... goyangnya cepatin lagi, ahhhh... dah mau keluar nih"
Liza tidak hanya merintih tapi kini sudah menarik rambut dan meremas tubuhku.

"Oughhhhh... abang juga mau keluar, Za" kugoyang semakin cepat, cepat dan sangat cepat hingga jeritku dan jerit Liza membana di ruang kamar.

Erangang panjang kami sudah mulai menampakan akhir pertandingan ini.
"Akkhhhhhh..... ouughhhhh.... ouhhhhhh"
"Enak, Baaaangg...."

"Iya sayang.... ehmmmmmm" kutumpahkan spermaku seluruhnya ke dalam vagina Liza dan setelah itu ku sodorkan kontol ke mulutnya, kuminta ia agar membersihkannya.

"mmmmmmuaaachhhhh..." dikecupnya kontolku setelah dibersihkannya dan itu pertanda permainan ini berakhir, kamipun tertidur lemas.

Kesempatan demi kesempatan kami lakukan, baik dirumah, kamar mandi, di hotel bahkan ketika sambil menggendongku anakku, ketika itu di ruang tamu. Dimanapu Liza siap dan dimanapun aku siap.

TAMAT




Minggu, 26 Januari 2014

Adik iparku Novi

Aku masih ingat pada waktu itu tanggal 2 Maret 1998, aku mengantarkan adik iparku mengikuti test di sebuah perusahaan di Surabaya. Pada saat adik iparku sebut saja Novi memasuki ruangan test di perusahaan tersebut, aku dengan setia menunggu di ruang lobi perusahaan tersebut.

Satu setengah jam sudah aku menunggu selesainya Novi mengerjakan test tersebut hingga jam menunjukkan pukul 11 siang, Novi mulai keluar dari ruangan dan menuju lobi. Aku tanya apakah Novi bisa menjawab semua pertanyaan, dia menjawab, Bisa mas...

Kalau begitu mari kita pulang pintaku. E... sebelum pulang kita makan dulu, kamu kan lapar Novi. Kemudian Novi menggangguk. Setelah beberapa saat Novi merasa badannya agak lemas, dia bilang, Mas mungkin aku masuk angin nich, habis aku kecapekan belajar sih tadi malam.

Aku bingung harus berbuat apa, lantas aku tanya biasanya diapakan atau minum obat apa, lantas dia bilang, Biasanya dikerokin mas... Wah... gimana yach... kataku. Oke kalau begitu sekarang kita cari losmen yach untuk ngerokin kamu... Novi hanya mengangguk saja.

Lantas aku dan Novi mencari losmen sambil membeli minyak kayu putih untuk kerokan. Kebetulan ada losmen sederhana, itulah yang kupilih. Setelah pesan kamar, aku dan Novi masuk ke kamar 11 di ruang atas.

Terus gimana cara mas untuk ngerokin kamu Nov, tanyaku. Tanpa malu-malu dia lantas tiduran di kasur, sebab si Novi sudah menganggapku seperti kakak kandungnya. Aku pun segera menghampirinya. Sini dong mas kerokin...

Dan astaga si Novi buka bajunya, yang kelihatan BH-nya saja, jelas kelihatan putih dan payudaranya padat berisi. Lantas si Novi tengkurap dan aku mulai untuk menggosokkan minyak kayu puih ke punggungnya dan mulai mengeroki punggungnya.

Hanya beberapa kerokan saja... Novi bilang, Entar mas... BH-ku aku lepas sekalian yach... entar mengganggu mas ngerokin aku. Dan aku terbelalak... betapa besar payudaranya dan putingnya masih memerah, sebab dia kan masih perawan.

Tanpa malu-malu aku lanjutkan untuk mengeroki punggungnya. Setelah selesai semua aku bilang, Sudah Nov... sudah selesai. Tanpa kusadari Novi membalikkan badannya dengan telentang. Sekarang bagian dadaku mas tolong dikerik sekalian.

Aku senang bukan main. Jelas buah dadanya yang ranum padat itu tersentuh tanganku. Aku berkali-kali berkata, Maaf dik yach... aku nggak sengaja kok... Nggak apa-apa mas... teruskan saja.

Hampir selesai kerokan dadanya, aku sudah kehilangan akal sehatku. Aku pegang payudaranya, aku elus-elus. Si Novi hanya diam dan memejamkan matanya... lantas aku ciumi buah dadanya dan kumainkan pentilnya.

Novi mendesis, Mas... mas... ahhahahahh... Terus aku kulum putingnya, tanganku pun nggak mau ketinggalan bergerilnya di vaginanya. Pertama dia mengibaskan tanganku dia bilang, Jangan mas... jangan mas... Tapi aku nggak peduli... terus saja aku masukkan tanganku ke CD-nya, ternyata vaginanya sudah basah sekali.
Lantas tanpa diperintah oleh Novi aku buka rok dan CD-nya, dia hanya memejamkan matanya dan berkata pelan, Yach mas... Kini Novi sudah telanjang bulat tak pakai apa-apa lagi, wah... putih mulus, bulunya masih jarang maklum dia baru umur 20 tahun tamat SMA. Lantas aku mulai menciumi vaginanya yang basah dan menjilati vaginanya sampai aku mainkan kelentitnya, dia mengerang keenakan, Mas... ahh... uaa... uaa... mas...

Dan mendesis-desis kegirangan, tangan Novi sudah gatal ingin pegang penisku saja. Lantas aku berdiri, kubuka baju dan celanaku kemudian langsung saja Novi memegang penisku dan mengocok penisku. Aku suruh dia untuk mengulum, dia nggak mau, Nggak mas jijik... tuh, nggak ah... Novi nggak mau.

Lantas kupegang dan kuarahkan penisku ke mulutnya. Jilatin saja coba... pintaku. Lantas Novi menjilati penisku, lama-kelamaan dia mau untuk mengulum penisku, tapi pas pertama dia kulum penisku, dia mau muntah Huk.. huk... aku mau muntah mas, habis penisnya besar dan panjang... nggak muat tuh mulutku. katanya.

Isep lagi saja Nov... Lantas dia mulai mengulum lagi dan aku menggerayangi vaginanya yang basah. Lantas aku rentangkan badan Novi.

Rasanya penisku sudah nggak tahan ingin merenggut keperawanan Novi. Novi... mas masukkan yah.. penis mas ke vaginamu, kataku. Novi bilang, Jangan mas... aku kan masih perawan. katanya. Aku turuti saja kemauannya, aku tidurin dia dan kugesek-gesekkan penisku ke vaginanya.

Dia merasakan ada benda tumpul menempel di vaginanya, Mas... mas... jangan... Aku nggak peduli, terus kugesekkan penisku ke vaginanya, lama-kelamaan aku mencoba untuk memasukkan penisku ke vaginanya. Slep... Novi menjerit, Ahk... mas... jangan...

Aku tetap saja meneruskan makin kusodok dan slep... bles... Novi menggeliat-geliat dan meringis menahan sakitnya, Mas... mas... sakit tuh... mas... jangan... Lalu Novi menangis, Mas... jangan dong... Aku sudah nggak memperdulikan lagi, sudah terlanjur masuk penisku itu.

Lantas aku mulai menggerakkan penisku maju mundur. Ah... mas... ah.. mas... Rupanya Novi sudah merasakan enak dan meringis-ringis kesenangan. Mas... Aku terus dengan cepatnya menggenjot penisku maju mundur. Mas.. mas... Dan aku merasakan vagina Novi mengeluarkan cairan.

Rupanya dia sudah klimaks, tapi aku belum. Aku mempercepat genjotanku. Terus mas... terus mas... lebih cepat lagi... pinta Novi. Tak lama aku merasakan penisku hampir mengeluarkan mani, aku cabut penisku (takut hamil sih) dan aku suruh untuk Novi mengisapnya. Novi mengulum lagi dan terus mengulum ke atas ke bawah. Hem... hem... enak... mas...

Aku bilang, Terus Nov... aku mau keluar nich... Novi mempercepat kulumnya dan... cret... cret... maniku muncrat ke mulut Novi. Novi segera mencabut penisku dari mulutnya dan maniku menyemprot ke pipi dan rambutnya. Ah... ah... Novi... maafkan mas... yach... aku khilaf Nov... maaf... yach!

Nggak apa-apa mas... semuanya sudah terlanjur kok mas... Lantas Novi bersandar di pangkuanku. Kuciumi lagi Novi dengan penuh kesayangan hingga akhirnya aku dan Novi pulang dan setelah itu aku pun masih menanam cinta diam-diam dengan Novi kalau istriku pas tidak ada di rumah.

Novi... Novi... Novi sayangku, terima kasih.

Tamat




Adik iparku ternoda - 1

Dul adalah seorang lelaki berumur 34 tahun, dengan posisi di pekerjaan yang menjamin dia dan keluarganya berkehidupan sangat layak.

Dul mempunyai seorang istri yang lebih dari cukup untuk memenuhi standart ibu yang baik untuk anak2nya dan bagai pelacur yang memuaskannya di tempat tidur.

Semua ia miliki untuk usianya,namun tak seorangpun yang menyadari bahwa Dul selalu terobsesi dengan Maya adik iparnya sendiri yang tinggal di depan rumahnya bersama suami dan anaknya.
Maya adalah wanita berkulit putih bersih berusia setahun lebih muda dari istrinya. Perasaan itu tidak pernah ada sewaktu dul pacaran dgn istrinya, tapi akhir2 ini bayangan adik iparnya itu terus menari2 dalam benaknya.

Beberapa kali sewaktu berhubungan seks dengan istrinya ia selalu membayangkan sedang menggauli adik iparnya itu, hal itu sedikit menghibur dirinya, bagaimanapun kakak tidak jauh2 berbeda dengan adik begitu pikirnya.

Hari sabtu pagi ini Dul berencana bangun sesiang-siangnya,pekerjaan seminggu lalu sungguh menyita pikirannya,bangun siang dan bermalasan satu hari penuh ..tiba-tiba istrinya membangunkannya dan mengingatkan bila mereka harus menghadiri pernikahan kerabat di kota lain yg jaraknya 150an kilo dari pagar rumahnya..hal itu benar-benar menjengkelkannya.

“ayo dong pah…kan kita sudah janji nih…” rengek istrinya “aduh pusing banget nih ..takut ga bisa nyetir jauh” kata dul sambil mengernyitkan wajahnya

‘aah alesan .. selalu gitu deh’ kata istrinya bersungut-sungut, tepat ketika Dul hendak membuka mulutnya untuk membela diri, telpon rumahnya berdering keras sekali.

“sudah ..pokoknya aku gak mau tau, selesai aku angkat telepon , papa harus siap ke kamar mandi” sembur istrinya dengan suara melengking .

“aaarrggh” erang Dul.. “Tuhan tidak adil, aku hanya meminta satu hari khusus untuk diriku, satu hari tidur sepanjang siang, Tuhan maha adil? Beuh !” gumamnya dalam hati..

“Pah..pah” panggil istrinya dari ruang tamu..”iya..iya ..ini juga udah mandi” teriaknya dari kamar mandi sambil mengguyur tubuhnya dengan air sedingin es, matanya terbelalak ketika mendengar istrinya berkata .

“Pah..ga usah mandi, lanjutin deh tidurnya, aku dan anak-anak akan ikut ibuku, beliau sudah charter bus

” Tuhan hari ini membuktikan ketidak adilannya dua kali , dirinya sudah terguyur air sedingin es dan diminta kembali ke ranjangnya….

”peduli setan “ desisnya , dengan cepat disambarnya handuk dan secepat angin ia memakai baju tidurnya dan masuk ke dalam selimut hangatnya kembali.

Entah berapa lama ia tertidur sampai akhirnya ia terbangun ketika suara bel rumahnya berdentang2, dengan sumpah serapah ia melangkah ke pintu dan membuka, ternyata Anto suami adik iparnya berdiri sambil menggendong anak semata wayangnya, mau apa anak beranak monster ini kemari pikirnya sambil mencoba tersenyum,

“Hey Bang, sorry , gini , aku mau nitip kunci, aku dan rio kerumah neneknya, Karena Maya belum pulang dari lari2 paginya jadi biar nanti dia menyusul dengan taxi saja, ini kunci rumah titip ya, makasih baaaanng ” kata Anto sambil menyerahkan kunci dan berlalu tanpa menunggu jawaban Dul yang sedang ternganga.

“Tuhan tiga kali hari ini Kau menghancurkan sabtu pagiku yang berharga” desisnya..

Dul benar-benar tidak bias tidur sejak itu, dengan gontai dinyalakan TVnya hanya ada layar biru berpendar2 dan tulisan hubungi Costumer Service TV Kabel anda untuk menyelesaikan pembayaran bulan ini

“Mengapaaaaa????” lengkingnya menyedihkan.. Dengan gontai dibukanya pintu rumahnya tujuannya hanya satu , bermalas-malasan dirumah adik iparnya,sekaligus membalas dendam dengan menghabiskan persediaan bir Anto di kulkas.

“Aah ide yang sangat bagus”

Tak lama kemudian Dul telah berada diruang tengah keluarga adik iparnya itu, dipandang sekitar selama beberap detik sebelum menyerbu ke pintu kulkas untuk meneguk bir dingin disana “Hmm tidak terlalu jelek ” pikirnya sambil merebahkan pantatnya ke sofa empuk di depan tv.

matanya memutari keadaan dirumah itu sebelum berhenti di foto keluarga Maya yang tergantung di dinding,pengaruh sedikit alcohol membuatnya sedikit terangsang ketika ia memandangi foto Maya ,” dengan kulit yang putih bersih , badan yang padat dan payudara yang membusung dan bibirnya yang, Ah… aku terangsang sekali, seharusnya aku bisa menikmati tubuh itu juga…”

Ditepisnya bayangan itu, lalu ia beranjak dari ruang tengah ia memasuki ruang tidur, direbahkan tubuhnya ke ranjang empuk disana
“hmmm disini Maya tidur dan bercinta” dielusnya sprei halus sambil membayangkan Maya tanpa pakaian sehelaipun ditubuhnya terayun-ayun disetubuhi oleh suaminya, Dul semakin ereksi , dibongkarnya lemari pakaian dan ia mendapati beberapa celana dalam halus milik Maya, dan sepertinya salah satunya tidak tercuci, dihirupnya kain ditangannya.

aroma tubuh Maya menyeruak memasuki hidung dan menetap dikepalanya, “sungguh bau dari genital wanita” gumamnya parau , di jilatnya celana dalam itu tepat ditengah yang diperkirakan Dul adalah tempat kain itu bersentuhan langsung dengan Vagina Maya.

Penisnya semakin keras, kemudian ia membuka celana pendeknya dan mengeluskan celana dalam itu ke kepala penisnya ,sungguh fantasi yang sangat menyenangkan Dul, semua cairan bening di oleskannnya ke celana dalam itu..

“Aah ..aku bisa gila kalau begini, ” bayangan dirinya sedang bermasturbasi dengan celana dalam itu sangat menggelikan , lalu ia memutuskan untuk membatalkan niatnya menumpahkan spermanya disana. .

Dul kembali ke ruang tengah tepat ketika pagar depan terbuka , “Maya datang..!!” penisnya mengecil kembali ke ukuran biasa sewaktu ia menyapa Maya.

“hai May, sorry aku masuk kedalam, dirumah tadi ,Anto nitip kunci dan aku mau numpang nonton TV disini”
“Ow Bang , ga papa, sekalian temenin bentar ya , aku mo beres-beres bentar lalu mandi dulu dan nyusul Anto ke rumah ibunya” kata Maya riang.

Dul menatap mata Maya yang indah, mata yang ia kagumi semenjak ia berkenalan dengan kakaknya Maya, wajah yang merona terkena matahari , dan keringat pada kaos putih olahraga itu , membuat kaos melekat ditubuhnya dengan sempurna, dengan tinggi 164 /49 dan ukuran buah dada 34D maya lebih menyerupai dewi sex untuk Dul saat itu,

Ketika Maya melewati Dul , dul menarik nafas mencoba menghirup aroma badan Maya yang sedang berkeringat segar, “Aduh baunya alami sekali…ya Tuhan ” Dul lalu mengikuti Maya kebelakang rumah,sambil menyambar beberapa kaleng bir .

Bersambung . . .  .